Manado, Fajarmanado.com — Insiden mengejutkan nyaris merenggut nyawa seorang wartawan senior di Pasar Bersehati, Manado. Jack Latjandu pada Jumat pagi, 20 Juni 2025.
Jurnalis SCTV itu mengaku nyaris putus napas setelah dikejar oleh tiga orang petugas portal dari Perumda Pasar Manado sekitar pukul 07.00 WITA, pagi itu saat sedang menjalankan tugas peliputan.
Jack, yang dikenal sebagai wartawan SCTV Biro Manado desk Polda dan Kejati Sulut, saat itu tengah mengambil gambar situasi pasar dan harga kebutuhan pokok.
Namun, tanpa alasan yang jelas, tiga orang petugas mendekatinya secara agresif hingga membuatnya lari terbirit-birit ke arah Kalimas untuk menyelamatkan diri.
“Saya sempat berpikir mau meloncat ke Kalimas. Mereka kejar saya seperti penjahat, padahal saya cuma ambil gambar,” ujar Jack yang kini berusia 65 tahun dan baru saja keluar dari rumah sakit karena masalah jantung.
Menurut Jack, ini bukan kali pertama ia mengalami perlakuan intimidatif dari petugas PD Pasar Manado. “Ini peristiwa yang kedua kali. Yang pertama mereka hanya tahan saya di dalam pasar, ambil foto ID card, katanya mau ditunjukkan ke Dirut Lucky Senduk,” tambah mantan atlet tinju PON X itu.
Namun, yang terjadi kali ini jauh lebih mengancam keselamatan dirinya. Jack mengaku sangat khawatir akan kehilangan alat kerja berupa kamera milik kantor serta nyawanya karena detak jantungnya meningkat drastis saat berlari.
“Mereka itu membahayakan. Saya ini sudah opa, baru keluar rumah sakit karena jantung. Saya hanya menjalankan penugasan kantor. Saya tidak ganggu siapa-siapa,” kata Jack dengan nada lelah namun tegas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PD Pasar Manado maupun Dirut Lucky Senduk. Insiden ini menambah catatan buruk terhadap kebebasan pers di ruang publik, khususnya di kawasan yang seharusnya terbuka untuk peliputan jurnalistik.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara diharapkan segera turun tangan menyikapi kejadian ini dan memastikan jaminan keselamatan serta perlindungan hukum bagi insan pers.
Reporter : David

