VaSung Inisiasi Upacara Bersama Kawangkoan Raya, Ini Reaksi DPP dan Bunda JLo

VaSung Inisiasi Upacara Bersama Kawangkoan Raya, Ini Reaksi DPP dan Bunda JLo

Kawangkoan, Fajarmanado.com–Inisiasi Vanda Sarundajang, SS (VaSung) “menyatukan” tiga kecamatan di Kawangkoan raya dalam upacara HUT Kemerdekaan RI, menuai reaksi dua legislator setempat.

Drs. Dharma Patria Palar dan Jelly Frelly Lolowang, dua dari empat anggota DPRD Minahasa periode 2024–2029 domisili Kawangkoan raya ini, kompak menyatakan apresiasi.

“Ya, saya setuju-setuju saja,” komentar DPP, sebutan khas Dharma, legislator PDI Perjuangan empat periode ini.

“Kalau saya sangat setuju sekali,” kata Jelly, Srikandi Partai Gerindra, yang akrab disapa Bunda JLo ditemui terpisah Fajarmanado.com, Kamis, 22 Mei 2025.

DPP dan Bunda JLo senada menyatakan bahwa upacara bersama Kecamatan Kawangkoan, Kawangkoan Utara dan Kawangkoan Barat sudah lama diinginkan masyarakat.

“Pasti akan lebih ramai seperti sebelum pemekaran lalu,” tandas Bunda JLo optimistis. “Iyo toch,” sambung yang petang itu duduk di kursi meja kasir usaha Besi Tua JJ sambil menatap sejumlah rekanan bisnisnya.

Baik Bunda JLo dan DPP sepakat menilai jika kegiatan bersama rangkaian peringatan HUT RI ke 80 nanti dipastikan akan memberi nilai dan makna tersendiri bagi masyarakat Kawankoan raya.

“Tapi harus diatur sedemikian rupa agar masyarakat di tiga kecamatan benar-benar merasakan kesemarakan rangkaian kegiatannya,” ujar DPP.

Apresiasi VaSung

Baik DPP maupun Bunda JLo juga senada menyatakan apresiasi kepada Wakil Bupati (Wabup) Minahasa, VaSung yang menginisiasi penyelenggaraan rangkaian kegiatan dan upacara bersama Kawangkoan raya pada HUT RI ke 80 mendatang.

“Bahkan, ibu sudah memberikan petunjuk, kalau kegiatan-kegiatannya dilaksanakan menyebar di tiga kecamatan, tapi puncak upacara harus bersama,” jelas DPP.

Seperti diketahui, pascadiresmikannya Kecamatan Kawangkoan Utara dan Kawangkoan Barat pada medio tahun 2010, rangkaian kegiatan dan upacara HUT RI digelar terpisah.

Upaya dan desakan para tokoh masyarakat untuk digelarnya upacara bersama seperti empat kecamatan di Langowan dan dua kecamatan di Tompaso tak kunjung terwujud.

“Kalau rencana yang diinisiasi ibu Vanda ini terwujud, patut kita semua apresiasi. Bukan sebagai Wakil Bupati tapi tokoh masyarakat Kawangkoan raya,” komentar Ketua Forum LPM Kelurahan Kawangkoan Raya, Drs. Eddy Ruata.

Pasalnya, hakekat pemekaran desa/kelurahan dan Kecamatan Kawangkoan selang tahun 2007–2010 hanya untuk pelayanan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, bukan untuk mencerai beraikan masyarakat Kawangkoan raya.

“Makanya, moto pemekarannya adalah Esa Cita Sumerar, Sumerar Cita Esa. Artinya, satu kita berpisah, berpisah kita tetap satu,” jelasnya didampingi sejumlah tokoh masyarakat Kawangkoan raya.

 

[heru]