Fajarmanado.com, Tondano–Youla Lariwa Mantik, SH, MH dan Denni Rudi Kalangi (YLM–DRK) mengungkapkan kerinduan untuk mewujudkan filosofi Dr. GSSJ Sam Ratulangi.
Hal tersebut dikatakan Youla, yang kini dikenal sebagai wewene keter ini pada debat ke dua Pilkada Minahasa 2024 di Wale Ne Tou Minahasa, Tondano, Senin (11/11/2024)
Youla mengatakan, falsafah Si Tou Timou Tumou Tou atau manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain, menjadi komitmen bersama YLM–DRK sebagai pasangan calon nomor urut 2 Pilkada Minahasa untuk diwujudkan di daerah Toar Lumimuut ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, Youla dan Denni mempunyai komitmen yang kuat untuk merealisasikan berbagai program pro rakyat apabila dipercayakan Tuhan melalui suara masyarakat pemilih Kabupaten Minahasa sebagai bupati dan wakil bupati periode 2025–2030 nanti.
“Seperti pemberian beasiswa, dana duka, pelayanan kesehatan yang prima, keberpihakan kepada kaum disabilitas dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pembangunan infrastruktur yg merata dan berkeadilan,” paparnya.
Dikatakan, falsafah Si Tou Timou Tumou Tou dari Sam Ratulangi tersebut sudah sangat terkenal dan mengakar bagi masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa.
“Filosofi inilah yang memotivasi kami untuk bekerja, untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Minahasa,” ungkap Youla.
Lewat filosofi ini jugalah, katanya, Youla dan Denni berkomitmen untuk terus mendukung penuh Pembentukan Daerah Otonom Baru yakni Kota Langoan, Kabupaten Min Tengah dan Kabupaten Minahasa Barat.
“Ini semua kami lakukan dalam rangka menjawab kerinduan masyarakat untuk menuju Minahasa Keter, Maju, Bahagia, Sejahtera dan Berkeadilan,” tandasnya disambut aplus para pendukung YLM–DRK, pasangan yang diusung Partai Golkar, Demokrat dan Perindo ini.
Youla kemudian meminta dukungan doa dan suara pada 27 November 2024 untuk memilih Youla–Denni dengan mencoblos Nomor Urut 2.
Ia juga mengajak agar bersama YLM-DRK menorehkan Tinta Emas dalam sejarah Pemerintahan Kabupaten Minahasa untuk Menjadikan Perempuan atau Wewene pertama sebagai Bupati Minahasa.
“Saya percaya wewene-wewene Minahasa akan bersama dengan kami dalam mewujudkan sejarah ini dan saya yakin ini juga akan didukung sepenuhnya oleh tuama-tuama Minahasa dalam mewujudkan kesetaraan Gender di Kabupaten Minahasa,” ujarnya optimistis.
Terpantau, debat publik kedua tersebut turut dihadiri Penjabat Bupati Minahasa Noudy Tendean, Ketua KPU Minahasa Rendy V J Suawa bersama anggota Rijali Suratinojo, Arif Kurniawan, Lydia Malonda dan Aprilia P Regar serta Sekretaris Stella Sompe, Ketua Bawaslu Minahasa Lord A Malonda bersama Anggota dan Forkopimda Kabupaten Minahasa.
[**/tiks]

