Fajarmanado.com, Kawangkoan–Camat Kawangkoan, Eightmi Yohana Moniung, SH mengingatkan ASN maupun para kepala desa untuk menjaga sikap netralitas dalam Pilkada Serentak 2024.
“Dalam masa kampanye Pilkada serentak saat ini, kita semua ASN, lurah dan kumtua bersama perangkat harus hati-hati,” katanya ketika memimpin Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) Kawangkoan di Balai Lingkungan 2, Kelurahan Kinali Satu, Rabu (09/10/2024).
Sebagai aparatur sipil negara (ASN), lanjutnya, jangan sampai terkesan berpihak kepada salahsatu pasangan calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) dan Bupati Minahasa.
“Jangan sampai kita terjebak dan foto bersama pasangan calon,” tandasnya.
Camat Eightmi mengungkapkan memang sudah sempat beredar kabar bahwa ASN atau penyelenggara pemerintahan boleh hadir mendengarkan kampanye pasangan calon tanpa menggunakan atribut atau simbol-simbol dukungan.
“Tapi itu belum final karena belum ada payung hukum,” ujarnya.
Oleh karena itu, Eightmi menyarankan sebaiknya tidak terlibat agar tidak berurusan dengan kemungkinan melanggar netralitas.
“Kalau pun kita terjebak pada suatu suasana yang sulit, sebaiknya menghindar tapi pelan-pelan. Apalagi seperti saya perempuan. Apa jadinya kalau saat itu pakai rok lalu cepat-cepat dan jatuh,” ucapnya.
“Apabila terlanjur difoto orang saat berada di dekat pasangan calon, ya tentu kita harus menjelaskan,” sambung Eightmi.
Ia kemudian mengingatkan agar semua pihak, termasuk warga Kawangkoan untuk tidak terjadi gesekan.
Proses Pilkada tinggal sekira 1,5 bulan karena pencoblosan akan berlangsung 27 November mendatang. “Marilah kita bersama-sama menciptakan Pilkada yang aman dan damai,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Panwascam Kawangkoan, Stefan Lumenta menambahkan, akan ada sanksi yang menanti apabila ASN maupun hukum tua, –sebutan khas kepapa desa di Minahasa– ini, bersama perangkat yang melanggar netralitas dalam setiap pesta demokrasi, termasuk Pilkada 2024.
“Ada regulasi yang sudah mengaturnya. Sanksi beratnya sampai diberhentikan atau dipecat. Ada juga dicopot dari jabatannya atau penurunan pangkat atau penundaan kenaikan pangkat,” jelas Ste, sapaan familiar Stefan Lumenta ini.
Untuk itu, Ste menyarankan agar ASN dan hukum tua sebaik menahan diri atau menghindar terlibat dalam politik praktis.
“Di media sosial, baik facebook dan IG atau lainnya, jangan sampe memberikan emoji dukungan atau like pada postingan seputar Pilkada untuk menghindarkan diri terlibat politik praktis,” pintanya.
Pada kesempatan itu, Danramil 1302/08 Kawangkoan-Tompaso Kapten Inf Hisyam Yambi dan Wakapolsek Kawangkoan Ipda Denny Sumual senada menghimbau segenap jajaran pemerintahan di Kecamatan Kawangkoan untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondisif, aman dan nyaman menghadapi Pilkada 2024.
Jika ada gejala gangguan kamtibmas, apalagi pertahanan keamanan (hankam), Kapten Hisyam dan Ipda Denny berharap segera mungkin menghubungi.
“Supaya kami, TNI dan Polri bisa secepatnya melakukan langkah-langkah pencegahan dan penindakan,” ujar Kapten Hisyam, yang mengaku alumni MTs Negeri 1 Kawangkoan ini.
[nly]

