Tomohon, Fajarmanado.com — Memasuki musim taman tahun 2024 ini, petani di Kota Tomohon, Sulawesi Utara menjerit. Pupuk bersubsidi kembali menghilang di pasaran.
Ketua DPD II Partai Golkar Tomohon, Ir. Miky Junita Linda Wenur, MAP (MJLW) tak menampik kabar ini. “Ya, banyak petani mengeluh tidak bisa memperoleh pupuk bersubsidi akhir-akhir ini,” katanya menjawab Fajarmanado.com di Tomohon, Jumat (01/03/2024).
Miky Wenur, yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Tomohon mengungkapkan perihatin dan kekecewanya mendengar keluhan petani karena belum bisa memperoleh pupuk bersubsidi.
“Petani sudah membutuhkan pupuk bersubsidi untuk padi dan jagung karena berada dalam musim tanam, tetapi tidak tersedia di kios-kios,” ujarnya.
Ia mengakui bila telah menelusuri penyebab kekosongan pupuk bersubsidi di kios-kios untuk petani di Kota Tomohon.
Mantan Ketua DPRD Kota Tomohon ini mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi Kota Bunga ini tidak atau belum mendapat akokasi pupuk bersubsidi di awal tahun ini, antara lain disebabkan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) terlambat melakukan verifikasi dan mengajukan permohonan pupuk bersubsidi sesuai batas waktu yang ditentukan Kementan RI.
“Apa benar informasi ini, masih perlu ditelusuri bersama,” tutur Miky Wenur, Srikandi Beringin tiga periode duduk di DPRD Kota Tomohon ini.
Ia kemudian berharap Pemkot Tomohon memberikan penjelasan secara terbuka dan jujur kepada masyarakat Tomohon, terutama petani.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Tomohon mengatakan, telah meminta kepada anggotanya di Komisi II yang membidangi perekonomian dan keuangan, termasuk bermitra kerja dengan Dinas Pertanian untuk memdesak melakukan hearing dengan pemkot mengenai persoalan ini.
Miky Wenur yang juga Ketua Komisi III DPRD Kota Tomohon kembali menyayangkan dan prihatin ketiadaan bersubsidi sebagai kebutuhan mendasar petani untuk produksi padi, jagung dan tanaman lainnya.
“Padahal, pupuk merupakan salahsatu kebutuhan untuk peningkatan perekonomian sekaligus mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan nasional dan daerah,” imbuhnya. [**/heru]

