Jakarta, Fajarmanado.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi mengumumkan 9917 orang masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilihan Legislatif (Pileg) dan 668 DCT DPD RI pada Pemilu 2024 di Jakarta, Jumat (03/11/2024).
Nama Ir. STEFANUS B.A.N LIOW, M.A.P atau SBAN Liow tercatat masuk dalam DCT Anggota (Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Nomor Urut 8.
SBAN Liow, petahana yang kinerjanya sangat diakui pimpinan dan anggota DPD RI ini, mendapat nomor urut delapan karena penyusunan DCS sampai DCT Anggota DPD RI oleh KPU ditetapkan berdasarkan abjad nama depan.
“Puji syukur kepada Tuhan,” komentar SBAN Liow mengetahui namanya ditetapkan masuk DCT Anggota DPD RI Pileg 2024, petang tadi.
Senator SBAN Liow yang kini Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI ini kemudian menyatakan terima kasihnya kepada semua pihak, termasuk KPU RI dan Bawaslu RI di semua tingkatan serta timnya dan masyarakat yang dengan suka rela memberi dukungan terhadap proses administrasi pencalonannya.
Selain kembali menyatakan komitmen kesiapannya menjadi peserta konstestasi Pileg 2024, Senator SBAN Liow mengajak seluruh komponen bangsa dan elemen masyarakat untuk mendoakan dan mensukseskan pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2024, sebagai perwujudan suara rakyat Indonesia.
Mengomentari perbedaan calon dan dukungan, baik DPRD, DPR RI dan DPD RI, Stefanus BAN Liow yang juga Anggota Panitia Musyawarah (Panmus) DPD RI, mengingatkan agar hanya gegara berbeda pilihan, masyarakat terpecahbelah.
“Jangan karena berbeda pilihan dan dukungan, lalu torang ‘baku feyem, baku marah, nae darah dan ndak baku skeit. Biasa-biasa jo toch, karena torang samua ciptaan Tuhan dan torang samua basudara,” papar mantan Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM ini. .
”Sesungguhnya perbedaan itu adalah anugerah, karunia dan kekayaan dari Tuhan yang mempersatukan torang samua,” sambung Senator Stefa, sapaan akrab Ketua Bidang Penguatan Wawasan dan Pilar Kebangsaan DPP PIKI ini.
Untuk itulah, SBAN Liow mengajak agar sedapat mungkin menghindari saling menghujat, mengfitnah, menjelekan dan saling memanasi, tetapi justru mengedepankan persatuan dan kesatuan.
“Karena Firman Tuhan mengingatkan bahwa sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila kita diam bersama dengan rukun,” ujar pria yang dikenal getol menjembatani kepentingan daerah ini.
[heru]

