Usung 5 Isu Nasional, Ronny Sompie Layak Wakili Rakyat Sulut di DPR RI
Irjen Pol Purn Dr Ronny Frangky Sompie, SH, MH, yang resmi bergabung dengan Partai Golkar pada 19 Maret 2023. Foto: Ist.

Usung 5 Isu Nasional, Ronny Sompie Layak Wakili Rakyat Sulut di DPR RI

Manado, Fajarmanado.com — Usai jadi abdi negara, Irjen Pol Purn Dr Ronny Frangky Sompie, SH, MH kini memilih berkiprah di dunia politik. Mantan Dirjen Imigrasi Kemenkumham ini membidik kursi DPR RI 2024–2029 melalui Partai Golkar.

Putra Kawanua asal Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ini, dinilai sangat layak menduduki salahsatu kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara (Dapil Sulut) pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

Kapabilitas dan kapasitas Ronny Sompie memang tak diragukan di kancah nasional. Rekam jejak dan karirnya selama sekira 31 tahun sebagai abdi negara menjadi jaminan mutlak dan tak terbantahkan untuk mampu memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi rakyat, terutama dari masyarakat Sulut.

Ronny Sompie lebih dikenal sebagai Pati Polri. Pria kelahiran 17 September 1961 ini adalah alumni Akpol tahun 1984.

Ia sempat memegang jabatan sebagai juru bicara atau Kepala Divisi Humas Polri selang 13 Juni 2013–5 Maret 2015 dan Kapolda Bali pada 5 Maret 2015 – 10 Agustus 2015.

Atas prestasinya berkarir di Polri, ayah dua anak ini diangkat menjadi Dirjen Imigrasi Kemenkumham pada setelah lolos uji alih status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 10 Agustus 2015.

Di tengah memegang jabatan strategis ini selama 4 tahun 5 bulan 19 hari, Ronny Sompie dianugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Agustus 2019.

“Saat ini yang diperlukan Negara RI sangat berkaitan dengan lima isu penting dan sangat urgen,” katanya kepada wartawan di Manado, Selasa (25/04/2023).

Ke lima isu sentral tersebut, yaitu, Korupsi, Intoleran, Tenaga Kerja, Swasembada pangan dan terakhir adalah Persatuan dan kesatuan bangsa.

Kita pe fokus perhatian sekarang ini diarahkan kepada lima isu penting tersebut,” ungkapnya.

Sementara di Provinsi Sulut, menurutnya, masih banyak yang perlu dibenahi, selain dipertahankan dan ditingkatkan.

“Oleh karena itu, torang samua musti bergandengan tangan dalam menghadapinya, juga harus tetap tabah, gigih, pantang menyerah dan selalu berupaya mencari solusi melalui sikap kreatif, inovatif dan agile dalam menghadapi setiap masalah yang terjadi di masyarakat,” tutur pria low proffile ini. [**/heru]