Dihadiri VaSung, Gbl Retla Cs Suguhi Selebrasi Natal di KGPM PNIEL Kawangkoan

Dihadiri VaSung, Gbl Retla Cs Suguhi Selebrasi Natal di KGPM PNIEL Kawangkoan

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Banjir air mata mewarnai Ibadah Natal KGPM Sidang PNIEL Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara Minggu pagi (25/12/2022).

Pimpinan Majelis Sidang (PMS) gereja yang baru berdiri pada 25 Februari 2022 ini, meramu ibadah Kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus 2022 melalui selebrasi.

Dipimpin langsung Ketua PMS, Gbl. Retla Anes Lintong, MTh, ibadah berujud drama Natal dengan tema “Sambutlah Dia di Hatimu” ini, mampu menggugah jemaat yang memadati Gedung Gereja di Jalan Drs AJ Sondakh, Kelurahan Sedangan Selatan, Lingkungan Tiga tersebut.

Tak terkecuali, First Lady Sulut dua periode, 2005–2015, Deetje Adelin Laoh Tanbuwun dan Vanda Sarundajang, SS, anggota DPR RI yang akrab disapa VaSung ini.

Ratusan jemaat yang hadir, termasuk para pria, tak kuasa membendung air mata. Menangis menyaksikan kisah seorang ibu, yang mendapat penolakan disertai perlakukan kasar dari dua anaknya dan satu menantunua sendiri.

 

Diperankan Komisi Pemuda, anak-anak yang sudah hidup mapan, yang ditemui Maria, ibu mereka secara terpisah, blak-blakan menyatakan malu memiliki ibu yang miskin, berpakaian compang-camping dan kotor. Ia  dihina silih berganti.

Anak bungsu, dengan emosi meluap-luap, tega mendorong, mencampakkan dan lari meninggalkannya sambil mengumpat.

Beda dengan si sulung. Pria ini menerima kedatangan ibu kandungnya dengan lapang dada. Namun, ketika keluar mengambil sesuatu, isterinya bersikap beda. Melontarkan kata-kata hinaan dan cacian. Bahkan, tak mengizinkan sang ibu duduk di sofa dan istirahat tidur dalam kamar.

Sikap dan prilaku yang sama kembali dialami Maria, sang ibu yang diperankan Gbl Retla saat menemui anak prianya yang lain. Bekerja di sebuah perusahaan, ia besikap rada-rada acuh. Tampak awas memantau di sekitarnya, ia pun memberikan uang kepada ibunya sambil menyuruh pulang.

Mo taru di mana kita pe muka kalu teman-teman kantor lia kemari,” sergah Paskah Mendur, pemerankan salahsatu sosok anak kandung Ibu Maria yang miskin itu.

Maria memelas hanya ingin merayakan Natal bersama anak-anak kandungnya. Tak ada niat lain. Semisal, meminta uang atau hadiah Natal.

Ibu Maria, seperti kepada dua anak sebelumnya, mengungkap hanya ingin merayakan hari Natal bersama anak-anaknya. Karena miskin, tak punya apa-apa, tak dapat mengundang dan mengumpulkan anak-anaknya.

“Bukan uang yang ibu mau. Ibu datang hanya ingin mengucapkan selamat Natal kepada anak-anak ibu,” tutur Maria, sambil mengembalikan uang yang diberikan anaknya tadi.

Tak ada kisah yang tidak berujung. Akhirnya, ibu Maria yang hidup sebatangkara ditinggal meninggal dunia suaminya ini, sadar. Mereka total insyaf saat dikunjungi seorang gembala.

Diperankan Wakil Ketua PMS, Pnt Linnie Walewangko Pondaag, sang gembala mengkilasbalik pengorbanan seorang ibu mulai melahirkan, mengasuh, mendidik sampai anak-anaknya tumbuh dewasa dan mandiri.

Pnt Linnie menyebut, ada empat jenis air yang keluar dari seorang ibu mulai saat melahirkan sampai anak tumbuh dewasa.

Pertama, air ketuban saat hendak melahirkan. Ke dua, air darah ketika melahirkan, Ketiga, air mata menahan sakit dikala melahirkan pula, Ke empat, air  air susu, dan ke lima, air keringat saat mengasuh dan membesarkan anak.

Selebrasi ibadah Natal yang diawal tarian oleh pengurus Komisi Anak tersebut, berlangsung hikmah dan khusuk, dihadiri pula Ketua Badan Pimpinan Sidang (BPS) Pnt. Fabian DK Mendur, SPt, MM.

Sementara itu, ketika didaulat memberikan sambutan, VaSung mengucapkan rasa syukur dapat beribahah bersama-sama dengan jemaat KGPM Sidang PNIEL Kawangkoan.

Pada kesempatan itu, srikandi PDI Perjuangan ini memberikan sumbangan uang tunai sebesar Rp.20 juta dan menyatakan kesiapan lahan Keluarga Sarundajang Laoh Tambuwun untuk digunakan, diolah oleh jemaat setempat.

[heru]