Soal Kegiatan Yang Belum Dilaksanakan, Ini Penjelasan Mantan Kumtua Tanggari Ellia Sumlang

Soal Kegiatan Yang Belum Dilaksanakan, Ini Penjelasan Mantan Kumtua Tanggari Ellia Sumlang

Airmadidi,Fajarmanado.com – Mantan Hukum Tua desa Tanggari Ellia Sumlang angkat bicara soal tudingan yang dilayangkan kepadanya terkait sejumlah kegiatan yang belum dilaksanakan berbanderol Rp. 52 Juta dinilai terlalu berlebihan dan tidak sesuai fakta. Buktinya untuk asupan gizi sudah dibelanjakan dan tinggal disalurkan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Ellia Sumlang menjelaskan, anggaran yang ditarik untuk kegiatan sebelum pelantikan hukum tua baru sepenuhnya menjadi kewenangannya untuk kemudian dipertanggungjawabkan dalam laporan pertanggung jawaban realisasi kegiatan. Contohnya asupan gizi yang sudah dibelanjakan akan segera disalurkan oleh TPK pekan ini, selain itu untuk kegiatan pelatihan kader dan perempuan akan dilaksanakan bulan ini.

“Semua kegiatan yang menjadi tanggung jawab saya, akan saya laksanakan dan pertanggung jawabkan. Semua kegiatan itu, laporan pertanggungjawabannya harus saya yang buat karena masih dimasa pemerintahan saya, sebab tidak mungkin kegiatan yang saya laksanakan lantas hukum tua baru yang membuat laporan pertanggungjawaban.”terang Sumlang, Rabu (7/12).

Ia juga menyayangkan soal adanya informasi miring terkait dirinya yang terkesan ingin menjatuhkan nama baiknya. Soal pernyataan Kaur Keuangan disalah satu media terkait penarikan dana desa tahap 1 dan 2 serta anggaran yang dikelola dirinya semasa hukum tua, sudah diklarifikasi langsung oleh Kaur Keuangan Imelda Oley melalui group rukun bahwa informasi yang diberitakan tersebut berlebihan.

“Berita itu berlebihan, tadi memang ada wartawan yang ba konfirmasi pa kita terkait kegiatan yang belum realisasi, kita bilang tinggal 4 kegiatan ditahap 1. Nda menyebutkan tahap 2 yang belum realisasi. Deng kita bilang akan direalisasikan oleh mantan.” Demikian tulisan Imelda Oley di Group rukun Dompis – Ramey terkait pernyataannya disalah satu media.

Sementara terkait anggaran Rp. 5 juta lebih untuk ketahanan penganan, menurut Sumlang merupakan tanggung jawab TPK. Anggaran tersebut untuk perawatan karena kegiatan ketahanan pangan tahun 2022 ini dikhususkan penaman cabe sehingga perlu anggaran untuk pupuk dan penyemprotan sampai panen. (Joel)