oleh

Garap Kegadisan Anak Kandung, Pria Ini Diciduk Polisi di Hutan

Kepulauan Aru, Fajarmanado.com — Kasus pelecehan seksual terhadap anak kandung kembali terjadi. Polisi pun dengan sigap memburu dan menciduk tersangka pelaku.

Ayah cabul berinisial JRL, tersangka pelaku berusia 42 tahun ini diringkus Aparat Resmob Satreskrim Polres Kepulauan Aru, Maluku Utara dalam persembunyiannya di kawasan Hutan Depnaker Kepulauan Aru, akhirnya berhasil meringkus JLR, terduga pelaku persetubuhan anak.

JRL diadukan berulang kali menyetubuhi putrinya sendiri di dalam rumah sejak tahun 2021. Kini, korban, sebut saja Bunga, telah berusia 15 tahun.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Dwi Bachtiar Rivai, SIK, dalam konferensi pers yang di gelar Rabu (30/11/2022), mengatakan, persetubuhan terakhir yang dilakukan JLR terhadap korban pada Kamis (24/11/2022).

Aksi tak senonoh yang dilakukan JLR pekan lalu itu, berawal saat dirinya menghubungi anaknya yang sementara mengikuti latihan natal.

“Setelah korban selesai melaksanakan latihan natal, korban langsung menuju ke rumah tersangka. Setibanya di dalam rumah, tersangka kemudian melakukan persetubuhan. Tersangka lalu memperbolehkan korban untuk pulang ke rumah tantenya CR,” kata Bachtiar.

Esok harinya, tersangka kembali menghubungi korban melalui telepon genggamnya. JRL kembali meminta Bunga untuk mengikutinya di rumah.

Baca Juga :  Diduga Dibuang, Kresek Berisi Bayi Tertutup Mojo Gemparkan Warga Kota Ambon, Begini Kondisinya

Karena ketakutan akan dilecehkan kembali ayahnya, korban menolak. Korban melarikan diri ke rumah ibu MS.

“Kemudian tersangka mencari korban di rumah tante korban namun tidak menemukannya. Tersangka lalu membakar sepasang sepatu sekolah milik korban,” ujarnya.

Menyadari kemarahan tersangka, korban mengaku takut dan akhirnya menceritakan peristiwa yang dialaminya selama ini kepada ibu MS pada Sabtu (26/11/2022).

“Korban bercerita kalau perbuatan tersangka sudah berulang-ulang kali semenjak tahun 2021 pada saat itu korban masih duduk di bangku SMP (kelas III),” jelas Dwi Bachtiar.

Menurut korban, lanjutnya, persetubuhan yang dialaminya pernah diketahui ibu kandungnya. Namun masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Namun perbuatan pelaku ini masih tetap berlangsung hingga diketahui saat ini,” ungkap Bachtiar.

Setelah menerima laporan polisi, aparat Polres Kepulauan Aru kemudian melakukan pencarian kepada tersangka yang diketahui telah melarikan diri ke dalam hutan.

Selang tiga hari, pelarian tersangka yang merupakan seorang petani ini berakhir. Ia ditangkap pada Selasa (29/11/2022) di hutan Depnaker sekitar pukul 10.30 WIT.

Baca Juga :  Sertijab Kasat dan Kapolsek, Begini Kata Kapolresta Simamora

“Anggota Resmob Polres Kepulauan Aru berhasil menangkap tersangka di hutan Depnaker yang telah melarikan diri selama 3 hari. Dalam proses penangkapan tersangka diketahui belum makan selama 3 hari,” ujarnya.

Setelah berhasil diciduk, tim Resmob kemudian menyerahkan yang bersangkutan kepada penyidik unit IV PPA Polres Kepulauan Aru untuk diproses lebih lanjut.

“Modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu dengan membujuk rayu dan ancaman melakukan hubungan seksual untuk memenuhi nafsu birahinya,” jelasnya.

Tersangka disangkakan menggunakan pasal persetubuhan dan pencabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat (1) Jo Pasal 76D, Ayat (2) dan Ayat (3) dan Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E dan Ayat (2) UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi UU.

“Tersangka saat ini sudah kami lakukan penahanan di rumah tahanan Polres Kepulauan Aru,” pungkasnya. [Keket]