Kawangkoan, Fajarmanado.com — Pengelolaan dana eks Simpan Pinjam Perempuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SPP PNPM) Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara telah mandeg dalam beberapa tahun terakhir.
Sesuai laporan Unit Pengelola Keuangan (UPK) dana SPP eks PNPM pada medio tahun 2022, posisi dana bergulir bantuan Bank Dunia di Kecamatan Kawangkoan ini, tercatat telah mencapai sekira Rp2,2 miliar.
Namun, saldo rekening yang ada di Bank SulutGo tinggal Rp625.102.422. Sisanya, sekira Rp1,6 miliar masih berada pada 40-an kelompok SPP.
“Untuk itu, hari ini saya membentuk tim penyehatan dana SPP eks PNPM,” kata Camat Kawangkoan, Eightmi Ane Moniung, SH di Kawangkoan, Rabu (5/10/2022).
Tim penyehatan bertugas untuk membantu UPK dalam melakukan pendataan dan penagihan dana yang masih tertunggak sehingga dana SPP eks PNPM ini dapat efektif digulirkan kembali kepada masyarakat untuk menstimulus, menggerakkan dan menggairahkan ekonomi rakyat, terutama melalui usaha mikro dan kecil.
Tim lima orang yang diketuai Drs Eddy F. Ruata ini, sesuai surat tugas Camat Kawangkoan akan bekerja mulai tanggal ditetapkan, 5 Oktober 2022 sampai 31 Desember 2022.
Dengan demikian, Tim Penyehatan akan ‘memburu” atau menagih kredit macet dana SPP eks PNPM.
“Tim bertugas sampai 31 Desember 2022 dan melaporkan tugasnya pada awal tahun depan bersamaan dengan Musyawarah Antar Desa atau MAD tahun 2023 mendatang,” kata Ane, sapaan karib Camat Kawangkoan ini.
Penyehatan pengelolaan dana SPP eks PNPM ini, lanjut dia, sengaja dilakukan, selain telah mandeg dalam beberapa tahun terakhir juga dalam rangka pengalihan programnya ke program Badan Usaha Antardesa.
Rakorcam Kawangkoan bulan Oktober 2022 yang berlangsung di Balai Desa Tondegesan Satu tersebut juga diwarnai dengan pelantikan Pengurus Presidium BKSAUA Kawangkoan dan penyerahan hadiah berbagai lomba dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesi ke 77 tingkat Kecamatan Kawangkoan.
(maxi heru)

