Kondisi Fasilitas RSUP RD Kandou Disorot, Warga:  Butuh Banyak Pembenahan
Penampakan parkiran di depan RSUP Prof RD Kandou Malayangan dengan sebagian pohon yang mulai mengering.

Kondisi Fasilitas RSUP RD Kandou Disorot, Warga: Butuh Banyak Pembenahan

Manado, Fajarmanado.com — Kondisi beberapa fasilitas pendukung RSUP Prof RD Kandou Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara mendapat sorotan masyarakat.

Keluhan mulai muncul ketika pengunjung melintasi jalan lingkar dan memasuki kawasan parkir. Baik parkiran untuk umum maupun parkir khusus dokter, paramedis dan karyawan rumah sakit di Jalan Trans Sulawesi Nomor 56 Kota Manado ini.

Setiap sopir harus ekstra hati-hati masuk dan memilih tempat parkir mobil. Apalagi mobil jenis sedan, yang agak rendah ini. Lobang-lobang menganga di beberapa tempat.

Tak hanya ancaman ‘mobil kandas’, ranting pohon patah juga menjadi momok bagi para sopir.

Dirut RSUP Prof RD Kandou Malalayang tengah ‘memplototi’ plafon yang jebol di gang Poliklinik Syaraf Cs.

“Sudah beberapa mobil yang tertimpa ranting pohon yang patah di sini,” ungkap senada beberapa sopir  yang mengantar pasien, Jumat siang (30/9/2021).

Sebelumnya, pria asal Motoling, Minahasa Selatan menunjuk nasib mobil jenis sedan warna putih pada Jumat, 23 September, pekan lalu.

“Ya, untung hanya menyot sedikit di bagian dekselnya,” kata sopir lainnya, terpisah.

Pria asal Kota Kotamobagu ini menyarankan untuk memarkir mobil di bawah naungan pohon Akasia yang masih tumbuh sehat. “Jangan pula di bawah pohon mangga, kerena gampang patah kena angin kencang,” sambung dia.

Pantauan Fajarmanado.com dalam beberapa pekan terakhir, di beberapa tempat pelataran parkir depan gerbang utama RSUP Prof RD Kandou Malalayang ini terpantau telah berlobang-lobang. Terutama, jalan akses keluar pelataran.

Terkesan lebih parah lagi adalah kondisi parkiran di depan Kantor Pusat yang berada di bagian belakang rumah sakit itu.

Sementara, lobang-lobang di jalan lingkarnya, terpantau telah ditutupi batu split. Menggunakan gerobak dorong, sejumlah pekerja terlihat menutupi semua lobang yang mengaga di jalan lingkar dengan ‘batu pecah’ itu pada Kamis, 29 September, kemarin.

Selain pelataran parkir, keberadaan pepohonan yang berada di pelataran parkir dan sepanjang jalan lingkar, tampak tidak terawat.

Tak sedikit pohon yang didominasi jenis Akasia, mulai mengering. Diduga kuat karena dibiarkan diselimuti parasit, tanpa perawatan samasekali.

“Pohon-pohon di sini tampaknya tidak dirawat. Lihat saja sendiri, hampir semua, mulai dari batang sampai ranting sudah dilingkari parasit,” kata Maxi, yang dua sampai tiga kali mengantar pasien rawat jalan setiap minggu ini.

Seperti halnya pepohonan yang berfungsi sebagai perindangan, taman bunga yang ada di kawasan parkir, juga tidak terawat. Sebagian besar sudah mengering dan nyaris ditutupi rerumputan liar.

Tak hanya itu, toilet umum kompleks Kantor BPJS dan di pojok timur gang masuk dari arah belakang ke deretan Poliklinik Neorologi, Jantung, misalnya, juga bernasib sama, tak berfungsi maksimal. Di dua lokasi ini, hanya satu dari dua toilet yang dapat digunakan.

Penampakan Depo Obat atau Apotik Rawat Jalan RSUP Prof RD Kandou.

Begitu pun soal penerangan. Di gang Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin, THT dan Poliklinik Mata ada 12 mata lampu listrik, tapi hanya satu yang menyala.

Sementara penerangan di sepanjang gang poliklinik Psikiatri dan Napza, Gigi, Saraf, anak dan Poliklinik Bayi dan Tumbuh Kembang, hanya sebagian pula yang menyala.

Penerangan di Depo Obat atau Apotik Rawat Jalan, yang berada di antara dua gang tersebut, juga nyaris sama.  Tampak ada tiga pasangan neon,  tapi cuma satu pasang yang menyala.

Direktur Utama RSUP Prof RD Kandou, Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD melakukan pemantauan keberadaan poliklinik-poliklinik tersebut pada Jumat, 23 September lalu.

Bahkan, Panelewen sempat berhenti dan memplototi plafon di gang Poliklinik Syaraf Cs, yang jebol akibat rembesan air hujan.

Selain itu, Panelewen juga mengkritisi Achievement Board Hasil Capaian, yang terpampang pada dinding depan gang masuk ke Poliklinik Saraf Cs.

“Sekarang sudah tahun 2022, di board ini masih tertulis tahun 2020,” ujarnya sambil memerintahkan para stafnya untuk sesegera mungkin melakukan pembenahan.

“Tenyata, mulai ada hasil dari pantauan Pak Dirut Panelewen. Jalan sudah dibenahi walaupun masih sebatas ditutup dengan batu pecah. Sayangnya, pelataran parkir belum ditangani,” komentar Maxi.

(herly umbas)