oleh

Belum Terima Honor, Guru PPPK Mengadu dan Minta Bantuan Hotman Paris

Bandar Lampung, Fajarmanado.com —Mengatasnakakan ribuan guru Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK), puluhan guru PPPK Bandar Lampung mendatangi Kopi Johny, Senin (26/9/2022).

Mereka meminta bantuan pengacara Hotman Paris Hutapea agar gaji mereka dibayarkan.

Dari video yang diunggah akun Instagram @hotmanparisofficial, terlihat para guru PPPK itu membawa spanduk dengan sejumlah tulisan.

Para guru PPPK tersebut juga meminta Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim, Gubernur, DPRD dan Wali Kota Eva Dwiana menyelesaikan urusan honor mereka.

“Intinya, ada 1166 guru honorer yang diterima PPPK pada bulan Oktober dan Desember tahun 2021 hingga saat ini belum menerima SPMT (surat pernyataan melaksanakan tugas), sebagai dasar penggajian. SK juga baru dikeluarkan bulan Juli 2022. Padahal idealnya itu dikeluarkan pada Januari 2022. Jadi sudah 10 bulan, hingga hari ini kami belum menerima apapun (gaji, Red),” sebut salah seorang guru ymg duduk berdampingan dengan Hotman Paris.

Belum Ada Dana

Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bereaksi.

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandarlampung M. Ramadhan mengatakan, belum ada dana cair dari kementerian keuangan untuk membayar tenaga PPPK sampai saat ini.

“Bohong ada dana dari Kementerian Keuangan untuk gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja  atau PPPK. Informasi dari mana itu, belum ada dananya,” komentar Ramadhan.

“Gaji PPPK itu nanti dibayar dari dana APBD,” kata Ramadhan lagi.

Sementara itu, Penjabat Sekdakot Sukarma Wijaya menjelaskan bahwa penerimaan gaji bagi guru PPPK akan dimulai pada November dan Desember 2022. Dananya akan ditata dalam APBDP, namun setelah ada surat perintah melaksanakan tugas (SPMT).

“Kami sudah rapat dengan DPRD, Tim Anggaran Pemkot Bandarlampung (TAPD) akan menggaji guru PPPK terhitung sejak bulan November dan Desember 2022,” kata Sukarma.

Sebelumnya, Hotman Paris meminta KPK RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek, Irjen Kementerian Dalam Negeri mengusut anggaran 1.166 guru PPPK yang sudah sembilan bulan belum dibayar di Kota Bandarlampung.

Pengacara kondang itu mengungkapkan hal itu setelah didatang puluhan wakil guru PPPK lewat Program Hotman 911.

(jmsi/herly umbas)