Ambon, Fajarmanado.com — Menyongsong dan memperingati hari lahir Kota Ambon ke-447 pada 7 September 2022 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) mencanangkan bulan peringatan dan rangkaian kegiatan.
Penjabat (Pnj) Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengatakan, 7 September 2022 adalah 447 tahun berdirinya Kota Ambon yang telah menjadi sejarah perjalanan membentuk kota ini menjadi kota yang aman dan nyaman.
“Kota Ambon kini berada dalam masa-masa yang sulit bersama dengan bangsa dan negara dan juga provinsi Maluku, sebagai akibat dari dampak pandemi covid 19 yang sampai dengan saat ini walaupun keadaannya sudah melandai tetapi masih tetap menjadi ancaman bersama,” katnya di Tribun Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Senin (22/8/2022).
Wattimena mengatakan, dampak lainnya imbas dari perang Rusia Ukraina dimana turut berdampak bagi perekonomian bangsa, negara, provinsi dan Kota Ambon.
“Karena itu, beberapa waktu terakhir Kota Ambon diperhadapkan dengan semakin tingginya inflasi, naiknya harga-harga barang dan sebagainya yang adalah bagian daripada tantangannya sementara dihadapi oleh Pemerintah dan warga Kota Ambon,” ujarnya.
Walaupun tantangan-tantangan berat yang dihadapi oleh Pemerintah dan warga Kota Ambon sampai saat ini, Wattimena yakin apabila semua bersatu dan bersama-sama berdiri dalam satu barisan, maka tantangan yang sulit dapat dilalui dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
“Kota Ambon kini menghadapi berbagai tantangan, namun karena usia memasuki usia 447 tahun maka tentu saya yakini sudah banyak pengalaman yang kota ini lewati bersama dengan pemerintahnya. Dan masa Kemajuan pembangunan di kota ini telah dirintis oleh para pemimpin-pemimpin kita di masa yang lalu.
Menurutnya, peminpin sebelumnya juga telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan kota ini. Karena itu sebagai warga kota yang hari ini menikmati pembangunan di kota ini kita wajib berterima kasih kepada para pemimpin pemimpin kota ini terdahulu,” tutur Wattimena.
Dirinya menambahkan, di balik kemajuan-kemajuan yang diraih, ada juga banyak kekurangan yang harus kita perbaiki.
Karena itulah, Wattimena mengungkapkan bahwa selaku Penjabat Wali kota, dirinya telah mengadakan 11 kebijakan prioritas untuk dilakukan selama masa kepemimpinannya di Kota Ambon.
Ke 11 kebijakan prioritas ini, lanjut dia, sudah dipajang di sejumlah kecamatan, kelurahan desa dan negeri untuk disosialisasikan kepada seluruh warga Kota Ambon.
“Agenda-agenda tersebut semata-mata dibuat dalam rangka pemulihan psikologi dan semangat kerja aparatur sekaligus meningkatkan kinerja pemerintahan. Serta pula mengembalikan kepercayaan masyarakat dan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat,” jelas Wattimena.
Wattimena juga menjelaskan, selain itu ada kegiatan ataupun program yang akan dilaunching, diantaranya program orang tua asuh untuk mengatasi persoalan stunting di Kota Ambon, kemudian Program “Kalesang Kintal Kosong” yang diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal masyarakat, sekaligus dalam upaya kita bersama untuk yang menekan laju inflasi di Kota Ambon.
“Ketiga adalah program praktikum, yang merupakan inovasi aplikasi digital yang dibangun atas kerjasama Pemerintah Kota Ambon dengan korsupgah KPK Republik Indonesia, dalam rangka meningkatkan disiplin dan motivasi kerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Juga Program “Jiku Bata” atau Jiku Balaikota atau sudut-sudut Balai Kota yang diarahkan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat khususnya pelaku-pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang akan difasilitasi oleh Pemerintah kota Ambon melalui tim penggerak PKK Kota Ambon,” papar Wattimena.
Wali Kota juga mengungkapkan bahwa ada program lain yang telah dikemas. Yakni Program Wajar 2 Jam, yang rencananya akan mulai pada Jumat, 26 Agustus 2022 nanti.
Program ini yakni setiap jam 08.00 sampai jam 10.00 pagi, Pemerintah Kota Ambon akan memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat kota Ambon yang ingin menyampaikan aspirasinya, permasalahan yang dihadapi diberikan ruang dan waktu selama 2 jam di muka Balai Kota Ambon.
“Program Wajar 2 Jam dilakukan, karena ternyata banyak hal yang tidak tersampaikan kepada Pemerintah Kota Ambon, misalnya surat-menyurat dengan jalur birokrasi yang panjang yang menyebabkan banyak persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Program ini akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk langsung menyampaikan apa yang mereka rasakan, mereka alami, mereka butuhkan, dan nantinya ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Ambon,” pungkas Wattimena.
Acara pencanangan HUT Kota Ambon ke-447 dihadiri oleh ribuan orang baik dari unsur ASN lingkup Kota Ambon, para undangan dan warga kota serta dilanjutkan dengan jalan santai hingga pembagian bantuan bagi disabilitas dan pembacaan Indian doorprize.
Penulis: Katie Mailoa

