oleh

Soal Penanggulangan Bencana, Senator SBANL Sebut Ada Beberapa Kendala

Tomohon, Fajarmanado.com –Ketersediaan kualifikasi sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang memadai serta pembiayaan terbatas menjadi bagian permasalahan dan kendala dalam upaya penanggulangan bencana di daerah-daerah.

Anggota Komite II DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ir Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) menyebutkan beberapa kendala tersebut dalam kunjungan kerja dan pertemuan terkait Pengawasan Pelaksanaan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon, Senin (18/1/2021).

Senator SBANL, yang karib disapa Stefa bberharap pemerintah pusat dan BNPB untuk menaruh perhatian dalam mengatasi kendala dan permasalahan di daerah. Termasuk, membuat Perda khusus.

Kolase foto: Fajarmanado.com/Jerry Michael

Terkait belum adanya Perda tentang Penanggulangan Daerah itu, Senator SBANL mengaku tak bisa melakukan intervensi.

Baca Juga :  Senator SBANL Minta Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Pria low profile, yang mantan Ketua Komisi Pria Kaum/Bapa (PKB) sinode GMIM ini menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah dan DPRD yang memiliki kewenangannya.

Meski demikian, katanya, menjadi tugas DPD RI melakukan pengawasan atas pelaksanaan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Senator SBANL mencatatkan yang perlu diperhatikan oleh para pihak dalam mengatasi masalah bencana alam yaitu penanggulangan bencana alam, penanganan bencana alam dan pemulihan pasca bencana alam.

Senator SBANL juga mengajak berdoa agar terhindar dan segera dipulihkan dari bencana alam dan non alam Covid 19, dengan selalu waspada untuk terhindar dari bencana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tomohon Drs JR Kalangi, SH, MM menjelaskan bahwa dalam menghadapi bencana alam, pemerintah daerah melalukan sosialisasi tentang motivasi bencana, yaitu hal-hal yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko bencana berdasarkan jenis bencana yang akan terjadi.

Baca Juga :  Senator SBANL Minta Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Dalam melakukan sosialisasi, menurut Kalangi, dilakukan melalui simulasi bencana, di mana masyarakat dilibatkan bersama stakeholder terkait.

Kalangi menyebut sumber ancaman atau bahaya bencana, seperti erupsi gunung api, tanah longsor, banjir, kekeringan, angin puting beling, gempa, bencana non alam Covid 19.

Pada pertemuan tersebut, di antara pejabat eselon III, IV dan staf pelaksana yang hadir, mengusulkan perlu adanya Perda tentang Penanggulangan Bencana, Bimtek dan pengadaan peralatan/perlengkapan teknis serta penegakan aturan pendirian bangunan dan penebangan pohon didaerah rawan bencana.

Penulis: Jerry Michael

 

News Feed