Diduga Ada Kongkalingkong, Kualitas Proyek Jalan Lapen Desa Rp720,2 Juta Dinilai Asal Jadi

Diduga Ada Kongkalingkong, Kualitas Proyek Jalan Lapen Desa Rp720,2 Juta Dinilai Asal Jadi

Langowan, Fajarmanado.com –Praktik kolusi diduga keras mewarnai pekerjaan proyek jalan Desa Touure, Kecamatan Tompaso Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, tahun 2020. Berbanderol Rp. 720,2 juta lebih, kualitas proyek berujud lapis penetrasi (lapen) itu, dinilai asal jadi.

Kian mengundang tanda tanya pun, pekerjaan proyek jalan desa yang anggarannya bersumber dari APBD Minahasa 2020 tersebut, semula ramai disebut-sebut berujud hot mix atau aspal beton. Tapi, faktanya hanya berupa lapen.

“Kalaupun terjadi perubahan konstruksi dari aspal beton ke lapen, oke-oke saja. Tapi, kualitas pekerjaannya, benar-benar asal jadi,” kata Jemmy, warga Desa Touure kepada wartawan.

Ruas jalan lapen yang dikerjakan CV Olima dengan nomor kontrak 126/ SP/PUTR.BM/2020 itu, kini tampak mulai rusak.

Pada beberapa bagian, aspal dan bebatuan mulai mengelupas. Bahkan, mulai tampak lubang-lubang di beberapa tempat. Padahal, sesuai kontrak, jalan tersebut selesai pada akhir September 2020 silam.

“Bapak lihat saja sendiri. Ini pekerjaan dapa lia asal jadi. Napa yang di ujung so mulai lubang aer so gale,” ujar Noni, wanita parobaya sambil menunjuk bagian jalan yang mulai berlubang.

Kepala Dinas (Kadis) PUPR Minahasa, Silvanus Tedy Lumintang, ST belum berhasil dikonfirmasi kembali di kantornya, Sasaran, Tondano Utara, Kamis (7/1/2020).

“Bapak nda ada, so jarang jaga maso kantor sejak bulan Desember lalu,” ucap petugas piket.

Meski demikian, Silvanus sempat mengungkapkan bahwa tidak ada jenis pekerjaan lapen pada proyek jalan yang dibiayao APBD 2020.

Dicegat sejumlah wartawan di halaman Kantor Dinas PUPR Minahasa pada April 2020, Silvanus mengatakan bahwa proyek peningkatan jalan yang dibiayai APBD tahun 2020 hanya berupa hotmix.

Mencermati volume dan kualitas proyek jalan Desa Touure yang berbanderol Rp.720.283.426.93 dengan waktu 120 hari kerja mulai 25 Juni 2020 itu, oleh masyarakat diduga keras telah diwarnai kongkalingkong.

“Kalau melihat volume dan kualitas pekerjaan proyek ini, bisa diduga sudah diwarnai kolusi. Bisa jadi mulai dari penyedia sampai pengawasan proyek kalau proyek jalan ini tidak dinyatakan ada masalah,” tutur sumber.

Ia pun mengharapkan Bupati Dr. Ir. Royke Oktavian Roring, MSi, yang notabene sepanjang karir birokrat banyak berkecimpung di bidang infrastruktur untuk turun tangan langsung.

“Kami yakin, apabila Pak Bupati datang melihat langsung kondisi jalan ini, secara kasat mata Pak Roy bisa mengambil kesimpulan kalau ada yang tidak beres dengan pekerjaan jalan ini,” ujarnya optimistis. (Din/Ely)