oleh

BNN Maluku Musnahkan Hampir Setengah Kilo Narkotika Jenis Ini

Ambon, Fajarmanado.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku terus menabuh genderang perang terhadap penyaluran bebagai jenis obat terlarang.

Setelah tuntas melakukan penyidikan dan pemberkasan, kali ini BNN Maluku kembali memusnahkan barang bukti narkotika.

Tak kurang 46,9529 gram narkotika jenis sinte dalam tiga kemasan paket dimusnahkan di Kantor BNNP Maluku Jalan RA Kartini, Karang Panjang Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau Kota, Ambon, Senin (28/12/2020).

Pemusnahan yang dilakukan dengan cara dibakar itu dihadiri oleh Wakapolresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, AKBP Heri Budianto, Kepala Seksi Pidana Umum Kejati Ambon, BPK. Adjiet Latuconsina, Kasi Lidik Penindakan BPOM, BPK. Jimmy Sihombing, Kasi Pengujian BEA Cukai, BPK. Tri Setyadi, Paban Pemeriksa BEA Cukai, BPK. Angga Satria.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BNNP Maluku, Mintje Jacoba dalam sambutannya mengatakan bahwa barang bukti narkotika jenis sinte ini ditemukan pada salah satu perusahaan jasa pengiriman, seberat 52,6989 gram. Seberat 5,746 gram di antaranya disisihkan untuk pengujian laboratorium sehingga yang dimusnahkan saat ini adalah 46,9529 gram.

Baca Juga :  Wakapolda Jan de Fretes Mengikuti Kegiatan Kerjasama Polri dengan PSSI

“Barang bukti penemuan narkotika jenis sinte yang akan dimusnahkan ini merupakan barang bukti sitaan hasil kerjasama BNNP Maluku dengan Bea Cukai Ambon yang diamankan pada salah satu jasa pengiriman ekspedisi di Kota Ambon sejak bulan Oktober 2020 di tiga tempat yang berbeda,” ungkap Mintje.

Kronogis penyitaan barang bukti yang akan dimusnahkan ini  jelasnya berawal pada bulan oktober 2020.

Narkotika jenis sinte tersebut dikirim dari Makassar melalui jasa pengiriman J&T Express Ambon.

Baca Juga :  Buka Festival Pangan Lokal B2SA Maluku, Widya Beber Manfaat Kearifannya

Kurang lebih dua bulan ditunggu, tidak ada orang atau pemilik yang menjemput sehingga petugas pun mengamankan barang buktinya, kemudian melakukan pengujian laboratorium serta meminta penetapan penyitaan dari kejaksaan negeri Ambon untuk dimusnahkan.

Dengan adanya penemuan barang haram ini, menunjukkan bahwa peredaran narkotika di wilayah hukum Provinsi Maluku cukup tinggi sehingga untuk mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika, sangat dibutuhkan peran serta semua komponen masyarakat.

“Mari bersama mengurai kasih generasi muda supaya tidak terjerumus dan terlibat dengan barang haram ini yang akan merusak masa depan anak bangsa dan menyatakan perang terhadap narkoba,” pintanya.

“Hidup 100%, sadar, sehat, produktif dan bahagia tanpa narkoba dan mewujudkan masyarakat Maluku bersinar bersih Narkoba,” sambung Mintje.

Penulis: Katie Mailoa

 

News Feed