Ambon, Fajarmanado.com – Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Barnabas Orno mengajak umat Kristiani dapat merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di tengah pandemi Covid 19 dengan penuh suka cita dan kegembiraan.
Didampingi sang istri, Beatrix Orno, mantan Bupati Kepulauan Maluku Barat Daya (MBD) ini menyampaikan ucapan selamat Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 kepada umat Kristiani di Provinsi Maluku.
Ucapan tersebut disampaikannya di rumah dinas Wagub Maluku, Karang Panjang Ambon, Rabu (23/12/2020), pagi tadi.
“Perkenankan saya Drs. Barnabas Nataniel Orno, Wakil Gubernur Provinsi Maluku bersama istri dan anak-anak mengucapkan selamat merayakan Natal 25 Desember 2020 dan selamat memasuki Tahun Baru 1 Januari 2021 kepada seluruh masyarakat Maluku di mana pun berada,” katanya.
“Besar harapan kami sekeluarga semoga makna Natal selalu membawa damai dan Tahun baru selalu membawa kebahagiaan,” sambungnya.
“Ale rasa beta rasa, ptong di kuku rasa di daging, dalam nuansa sagu salempeng dipatah dua dan pela gandong,” lanjut Barnabas Orno melantunkan pantun.
Perayaan Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 1 Januari 2021, katanya, akan dirayakan sangat berbeda dengan perayaan Natal dan Tahun baru pada tahun-tahun sebelumnya diakibatkan oleh pandemi Covid 19.
Sekalipun demikian, Barnabas Orno mengajak masyarakat Maluku untuk tetap bersyukur karena masih diperkenankan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga dapat menghirup udara Natal dalam suasana sukacita dan damai hati.
Ia kemudian mengajak umat Kristiani untuk tetap merayakan Natal tahun ini dengan penuh sukacita dalam kesederhanaan dan Tahun Baru, 1 Januari 2020 dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan bersama seluruh warga Maluku.
Dalam kesempatan ini, Barnabas Orno juga sampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Maluku.
“Saya dan keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Maluku pada umumnya dan khususnya masyarakat Maluku yang di Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku.
Barnabas Orno memohon maaf karena tidak mengucapkan Selamat Nataru spanduk dan baliho sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
“Sekalipun saya bersama keluarga tidak bisa mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru melalui spanduk dan baliho tetapi dari lubuk hati yang paling dalam kami sekeluarga selalu dipenuhi senyum manis dan sukacita menyambut dan bersama masyarakat Maluku merayakan Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.
Penulis: Katie Mailoa

