oleh

Wali Kota Jimmy Eman Tantang Pelaku Usaha Souvenir Jual Kota Tomohon

Tomohon, Fajarmanado.com – Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak, CA menantang para pelaku usaha kecil untuk menjual kearifan budaya lokal Kota Tomohon kepada wasatawan.

Pelatihan kewirausahaan, khususnya di bidang souvenir, sangat berkaitan dengan bidang pariwisata.

“Oleh karena itu saya menantang bapak, ibu, saudara peserta, selaku wirausaha di bidang souvenir ini untuk mampu menjual Tomohon, baik dalam negeri maupun luar negeri,” kata Wali Kota Jimmy Eman di Aula Nawanua Merons Kelurahan Kinilow I, Tomohon Utara, Rabu (9/9/2020).

Di depan para peserta pelatihan kewirausahaan bagi usaha mikro/kecil yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM, Eman kemudian menjelaskan, menjual Tomohon artinya harus mampu menggali dan memanfaatkan kearifan lokal Kota Tomohon.

“Kita harus mampu belajar seperti masyarakat Bali,” katanya ketika membuka pelatihan yang menghadirkan narasumber Kabid Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan UKM Sulut, Ir Victory Palar, MSi dan Ketua Lembaga Pelatihan GM Art, Gian Mansa tersebut.

Jimmy Eman mengatakan sekarang ini banyak wisatawan baik lokal maupun manca negara yang sering menanyakan souvenir atau cendramata khas Kota Tomohon, namun hampir tidak ada.

“Kiranya hal ini menjadi perhatian kita semua. Mungkin ke depan akan ada lokasi atau semacam sentra industri kerajinan atau toko yang menjual berbagai souvenir khas Kota Tomohon seperti Michi No Eki yang nantinya akan dibangun di Kota Tomohon,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pjs Gubernur Fatoni dan Wali Kota Eman Hadiri Ibadah Agung GMIM Bersinode ke 86

Menurutnya, pilihan dalam mengatasi persoalan tenaga kerja, antara lain, adalah membuka lapangan wirausaha dan memasyarakatkan kewirausahaan melalui pelatihan.

“Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan Indonesia masih sedikit. Sehingga persoalan pembangunan wirausaha Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan,” ujarnya.

Itulah sebabnya, lanjut wali kota, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah berupaya mengalokasikan anggaran lewat APBN dan APBD untuk program pelatihan kewirausahaan untuk lebih memotivasi para wirausahawan agar lebih giat berkarya.

“Apalagi dalam situasi dunia sedang menghadapi dampak pandemi Covid-19, mau tidak mau kita harus berusaha merecoveri pembangunan ekonomi yang sedang terpuruk melalui berbagai kebijakan untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, termasuk wirausaha pemula,” ucap dia.

Pemerintah tsangat memperhatikan pelaku usaha atau wirausaha ini, kata Jimmy Eman, karena sangat banyak manfaatnya.

Manfaat wisausaha, antara lain, pertama, menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.

Ke dua, sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan dan sebagainya.

Ke tiga, menjadi contoh bagi anggota masyarakat lain, sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh dan diteladani, hidup secara efisien dan tidak boros.

Ke empat, memberi contoh bagaimana kita harus bekerja keras, tetapi tidak melupakan Tuhan.

Baca Juga :  Digelar KPK, Wali Kota Tomohon Ikut Monev Pencegahan Korupsi Terintegrasi

Ke lima,  berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, dan tekun dalam menghadapi pekerjaan.

“Ke enam, memelihara keserasian lingkungan baik dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut Jimmy Eman mengatakan, melihat banyaknya manfaat wirausaha ini, maka ada dua dharma bakti wirausaha terhadap pembangunan bangsa.

Pertama, sebagai pengusaha, memberikan dharma baktinya melancarkan proses produksi, distribusi dan konsumsi.

Ke dua, sebagai pejuang bangsa dalam bidang ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan pada bangsa lain.

Sekarang ini banyak anak muda mulai tertarik dan melirik profesi bisnis yang cukup menjanjikan masa depan yang cerah.

“Di awali oleh anak-anak pejabat, para sarjana dan diploma lulusan perguruan tinggi, termasuk para artis sudah banyak terjun ke dunia bisnis,” tuturnya.

Wali Kota mengatakan, hal ini didorong oleh kondisi persaingan di antara pencari kerja yang mulai ketat.

Lowongan pekerjaan, lanjutnya, mulai terasa sempit. Posisi pegawai negeri kurang menarik, ditambah lagi dengan policy zero growth (kebijakan pertambahan pegawai nol persen) oleh pemerintah dalam bidang kepegawaian. Untuk itu, wirausaha menjadi salahsatu solusi.

Pembukaan pelatihan yang diikuti puluhan peserta tersebut terpantau dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tomohon Drs. Octavianus DS Mandagi.

Penulis: Jerry Michael

Editor : Herly Umbas

News Feed