oleh

Misteri Kematian Ebi Terkuak, Diduga Gegara Asmara Terlarang

Tondano, Fajarmanado.com — Misteri kematian JBM alias Ebi (42 tahun) yang semula diduga akibat laka lantas di Jalan Baru Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat, Minahasa pada awal Juni 2020 silam, akhirnya terkuak.

Kerja keras Satreskrim Polres Minahasa hampir dua bulan terakhir, berhasil menyingkap bahwa wanita bersuami penduduk Kelurahan Liningaan Lingkungan II, Kecamatan Tondano Timur ini, meninggal akibat tindak kriminalitas.

Eby diduga kuat berkaitan dengan kekasih gelapnya, berinisial NM alias Buang, pria 47 tahun warga Kelurahan Liningaan Lingkungan IV, Kecamatan Tondano Timur.

Tak kurang 31 saksi dan empat saksi ahli telah diperiksa dan memberikan keterangan kepada penyidik secara marathon dalam upaya menyingkap penyebab kematian Eby pada 4 Juni 2020.

Berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti, akhirnya Buang ditahan pada 3 Agustus 2020 berdasarkan Surat penetapan tersangka nomor S.Tap/11/VII/2020/reskrim tanggal 28 Juli 2020 dan surat perintah penahanan nomor Sp.Han/73/VIII/2020/reskrim tanggal 3 Agustus 2020.

“Pasal yang disangkakan
Pasal 340 sub 338 leb sub 351 ayat (3) KUHPidana,” kata Kasubbag Humas Polres Minahasa, AKP Ferdy Pelengkahu melalui rilisnya yang diterima Fajarmanado.com, Jumat (7/8/2020).

Barang bukti yang disita karena dicurigai berkaitan dengan kematian Ebi, Pelengkahu menyebut berupa handphone Oppo warna hitam dengan silikon berwarna bening di bagian belakangnya.

Berikut, baju lengan panjang berwarna orange, celana leging warna hitam, celana dalam wanita warna hitam, jaket warna merah yang bagian belakangnya  bertuliskan SMANDU BIOLOGI 3 MANADO 1993.

Kemudian, kendaraan sepeda motor honda vario warna hitam DB 2546 BD,  kunci sepeda motor dan gantungan kunci berupa karet, dan handphone samsung duos flip warna putih.

Korban Ebi ditemukan terlentang tak berdaya di jalan baru kompleks Jalan Raya Kelurahan Wewelen sekira pukul 23.00 Wita, Rabu, 3 Juni 2020.

Eby yang dibawa warga sekitar di RSUD Sam Ratulangi Tondano meninggal besok siangnya akibat luka dan cedera berat di bagian kepala. Korban pun dimakamkan di pekuburan umum setempat.

Meski begitu, IS alias Nyoman ternyata menaruh curiga atas kematian isterinya. Ia pun melaporkan kejanggalan kematian Ebi kepada polisi pada 9 Juni 2020.

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP/261/VI/2020/sulut/polres minahasa-spkt tanggal 9 juni 2020, penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh tim Satreskrim Polres Minahasa.

Atas dasar Surat perintah penyidikan nomor : SP.sidik/108/VII/2020/reskrim tgl 15 juli 2020, tim melacak jejak korban Eby sebelum ditemukan sekarat di Jalan Baru Kelurahan Wewelen pada Rabu, 3 Juni 2020.

Sesuai keterangan yang dirangkum dari para saksi, sekitar pukul 20.00 Wita, malam itu, korban berada di studio di samping Bank BRI Cabang Tondano bersama beberapa temannya.

Tak berselang lama, tersangka Buang muncul dan berbaur berbincang-bincang.

Setelah pamit, sekira pukul 22.00 Wita, tersangka muncul menjemput korban.

Mereka kemudian berjalan kaki menuju kompleks tugu Monas Tondano, di simpang empat pojok kiri Kantor Bupati Minahasa di mana sepeda motor Buang diparkir.

Tersangka selanjutnya membonceng korban, dengan posisi duduk menyamping.

Bukannya membawa Ebi pulang, tapi pas di jalan belakang GMIM Sentrum Tondano, tersangka balik arah menuju salah satu pondok di jalan Togela Kecamatan Tondano Selatan.

Di sana Buang dan Ebi sempat duduk bercakap-cakap. Hanya berselang sekitar 10-15 menit, mereka melanjutkan perjalanan.

Di jalan raya Kelurahan Tonsaru, tersangka menerima telepon dari istrinya. Buang diminta untuk segera pulang ke rumah.

Buang pun balik arah. Tapi tak langsung pulang. Ia memacu motornya ke arah Kelurahan Wewelen, Tondano Barat.

Saat berada di jalan baru kompleks jalan Raya Kelurahan Wewelen, oleh para saksi mendengar suara teriakan minta tolong. Tapi tak lama. Hanya sekejab.

Merasa penasaran, para penghuni sekitar berhamburan ke luar rumah. Mereka mendapati korban Ebi tergelatak tak berdaya di jalan raya tersebut.

Ketika berusaha memberi pertolongan, sebuah sepeda motor terlihat melintas dari
arah Barak Polres Minahasa.

Namun, sepeda motor yang dikendarai pria berjaket. Merah itu balik lagi dan berhenti.

“Pada saat itulah korban menunjuk pengendara sepeda motor tersebut dan sepeda motor tersebut langsung pergi meninggalkan tempat kejadian,” tulis rilis Subbag Humas Polres Minahasa.

Soal motif, menurut Pelengkahu, sampai saat ini masih didalami lebih jauh oleh tim penyidik.

Meski begitu, kuat dugaan akibat adanya hubungan Asmara terlarang antara tersangka dan korban.

“Untuk sementara motif asmaralah yang melatar belakangi terjadinya dugaan tidak pidana, dimana antara tersangka dan korban ada hubungan asmara,” ungkapnya.

Editor: Herly Umbas

News Feed