Tomohon, Fajarmanado.com — Layaknya pesta, resepsi pernikahan di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid 19 tersaji di Kawanua Cottage Kota Tomohon, Rabu siang (22/7/2020).
Namun agak beda dengan resepsi pernikahan sebelum virus corona melanda dunia. Para tamu undangan maupun mempelai dan orang tua mereka senantiasa mengikuti dan pemerapkan protokol Covid 19.
Handzanitiser tampak dibawa ke mempelai dan orang tua ke dua pihak. Juga terus memakai masker dan kaos tangan serta senantiasa menjaga jarak.
Pemandangan itu pun terlihat diterapkan oleh para tamu undangan.
Pasalnya, saat memasuki ruangan Kawanua Cottage yang ada di Kelurahan Walian Satu, kecamatan Tomohon Selatan kota Tomohon ini, para tamu dicek suhu tubuh dengan thermogun dan diberikan sarung tangan dan handzanitizer.
Resepsi pernikahan tersebut ternyata diarsiteki Keluarga Paat-Tilaar dan Keluarga Karisoh-Pioh-Sumendap untuk mensyukuri pernikahan anak-anak mereka, Richardo W Paat ST dengan Karina G D Pioh SPd.
Richardo dan Karina, sebelumnya telah ini mengikuti ibadah pemberkatan nikah di Gereja Behetel Tabernakel Kristus Alfa Omega Tomohon yang dipimpin l Pendeta (Pdt) Jouce sumarandak STh.
Reinhard Paat, SE, ayah Richardo mengakatan, penerapan Protokol Covid 19 diberlakukan ketat sejak sejak pemberkatan di Gereja sampai pada resepsi pernikahan.
“Kami selalu mengedepankan protap Covid 19 dalam pelaksanaan resepsi ini,” kata Reinhard, yang juga Lurah Matani Satu ini.
Sebelum masuk di ruangan resepsi, lanjutnya, para tamu dan undangan diwajibkan mencuci tangan dan di cek suhu tubuh mereka, kemudian memakai sarung tangan.
“Souvenir yang kami berikan lain dari pada yang lain. Yaitu Hand Sanitizer sehingga dalam ruangan acara bisa langsung digunakan,” paparnya.
Proses penerapan protokol Covid 19 ini merupakan rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Tomohon.
“Sebelum melaksanakan pernikahan anak kami ini, kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan dan atasan kami,” tuturnya.
Karena itulah, langkah awal yang dilakukan adalah melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi acara, baik di Gereja maupun di ruangan resepsi pernikahan.
“Penyemprotan disinfektan tak lain untuk memastikan ruangan tempat acara sudah steril lebih dulu,” jelasnya, sambil menyebutkan bahwa penyemprotan disinfektan dilakukan kembali seusai acara.
Oleh karena itu, terpantau sejumlah pejabat ikut hadir bersama para undangan pada resepsi pernikahan Richardo dan Karina.
Mereka, antara lain, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata kota Tomohon Masna Pioh, yang tidak lain adalah bibi dari mempelai perempuan, Kadis perhubungan Ronald Kalesaran, Camat Tomohon Selatan Stenly Mokorimban, Kepala Bidang Patiwisata Wulan Roeroe dan sejumlah lurah di Kota Tomohon.
Penulis: Jerry Michael

