Kawangkoan Buka Posko Peduli Terdampak Covid 19, Ketua Relawan Ini Serahkan Beras 1 Karung
Ketua Relawan Covid 19 Kawangkoan, Denny Rumimper, SE bersama Camat Eightmi Moniung, SH, Danramil 1302/08 Pelda Jefry Momongan dan Kapolsek Iptu Anthon Tumbelaka setelah menyerahkan bantuan beras satu karung di Posko Bantuan Terdampak Covid 19 Kawangkoan di Kantor Camat Kawangkoan, Kamis (28/5/2020) siang.

Kawangkoan Buka Posko Peduli Terdampak Covid 19, Ketua Relawan Ini Serahkan Beras 1 Karung

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Meski agak terlambat, Posko Bantuan Terdampak Covid 19 Kawangkoan, Minahasa akhirnya mulai dibuka, Kamis (28/5/2020), siang tadi.

Ketika dibuka, bantuan pun terus mengalir. Termasuk datang dari Ketua Relawan Covid 19 Kawangkoan, Denny Rumimper, SE.

Seketika, bantuan beras, mie instant, minyak goreng sampai tomat dan buah-buahan dibawa warga ke posko yang berada di Kantor Camat Kawangkoan, kompleks Terminal dan Pertokoan Kawangkoan.

“Ada bantuan dari Ketua Relawan Covid 19, Bapak Denny Rumimper, Ibu Camat dan Kumtua Tondegesan Satu, dan orang-orang peduli korban terdampak corona,” jelas Kepala Seksi Pemerintahan (Kasie Pem)  Kecamatan Kawangkoan, Devy Mendur, SE.

Pembukaan Posko Bantuan Terdampak Covid 19 ini merupakan amanat keputusan rapat bersama Forkopimka dengan para lurah dan hukum tua beserta tokoh masyarakat Kawangkoan pada Sabtu, akhir pekan lalu.

Posko tersebut baru dibuka siang tadi setelah ada desakan masyarakat Relawan Covid 19 Kawangkoan. “Saya pribadi siap membantu, tapi di bawa ke mana,” komentar warga Kawangkoan yang enggan disebutkan namanya, Rabu (27/5/2020) siang, kemarin. Pertanyaan yang sama, juga datang dari beberapa warga mulai awal pekan ini.

Max Mioyo, tokoh masyarakat Kawangkoan Utara mengatakan telah menggalang kepedulian warga, terutama di wilayah Talikuran raya.

“Jadi, sudah ada posko bantuan terdampak corona. Saya segera menghubungi kembali mereka yang sudah menyatakan kesiapan membantu,” ujar mantan wartawan harian Cahaya Siang ini.

Max Mioyo mengatakan, semua keluarga terdampak coronavirus disease layak mendapat bantuan, minimal bahan kebutuhan pokok (bapok).

“Karena mereka harus diisolasi minimal 14 hari tinggal di rumah. Kalau tidak ada bantuan, apa yang saudara-saudara kita itu makan selama menjalani isolasi,” ujarnya.

Pantauan Fajarmanado.com, setidaknya ada 37 orang yang ditargetkan Puskesmas Kawangkoan menjalani swab test, termasuk sembilan orang pelaku perjalanan dari Sulawesi Selatan di Lingkungan Tiga, Kelurahan Sendangan Tengah dan Lingkungan Satu, Kelurahan Kinali, Kecamatan Kawangkoan.

Namun, tim medis yang dipimpin Kepala Puskesmas Kawangkoan, dr. Martini Oroh dan dr. Reagen Mamesah masih gagal mengambil sampel cairan dalam tenggorokan 37 orang yang tersebut.

Penolakan dilakukan atas dasar beberapa alasan. Antara lain, enggan menjalani swab test karena pengalaman rapid test tidak mendapat suplai bahan makanan selama isolasi.

“Kami ini Pak, sudah dua kali menjalani rapid test. Hasilnya, ke duanya non reaktif. Jadi, mengapa harus menjalani swab test,” kilah salahsatu dari sembilan pelaku perjalanan dari Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, dr. Maya Rambitan, MKes mengatakan, program swab test dilakukan terhadap ke 37 orang tersebut karena dikuatirkan di antara mereka ada Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kita tahu bersama, di wilayah pemukiman ini sudah ada enam Positif Covid 19. Satu sembuh, yaitu (bayi) Adiba. Dari mana Adiba terpapar dan lima orang lain yang sementara dirawat, belum diketahui jejaknya. Jadi, jangan-jangan dari OTG. Makanya, harus dilakukan swab test,” jelasnya.

Mengenai spekulasi bahwa Adiba kemungkinan terpapar virus corona ketika sudah berada di rumah sakit, Dokter Maya, sapaan akrabnya tidak membantah.

“Tapi, dengan adanya lima orang dekat Adiba yang terkonfirmasi Positif (Covid 19), maka sudah menjadi kewajiban kami untuk menelusurinya. Jangan-jangan ada OTG di wilayah ini. Untuk memastikannya, hanya melalui swab test,” jelas Dokter Maya.

Penulis: Herly Umbas