Wow..! Warga Desa Tombasian Bawah ‘Eksodus’ ke Kebun
Lebih dari 100 orang terlibat membangun jalan usaha tani konstruksi rabat beton di Desa Tombasian Bawah, Rabu (1/4/2020).

Wow..! Warga Desa Tombasian Bawah ‘Eksodus’ ke Kebun

Kawangkoan Barat, Fajarmanado.com — Di perang lawan virus corona alias Covid 19 sebagian warga Desa Tombasian Bawah, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa memilih ikut ‘eksodus’ sementara ke kebun.

Dipimpin Hukum Tua (Kumtua) Rickie Koampa, lebih dari seratus orang warga ramai-ramai terlibat membangun jalan rabat beton menuju perkebunan Duam, yang berbatasan dengan Kecamatan Tareran, Minahasa Selatan.

“Mereka datang untuk mendapat upah padat karya tunai dari program dana desa,” komentar Kumtua Rickie Koampa kepada Fajarmanado.com di Tombasian Bawah, Rabu (1/4/2020).

Sesuai APBDes 2020, katanya, Rp499.535.200 dari total Rp600 juta lebih dana desa (Dandes) dialokasikan untuk membangun jalan usaha tani konstruksi rabat beton sepanjang 755 meter dengan lebar 3 meter.

“Pembangunan jalan ini merupakan lanjutan pembangunan jalan usaha tani. Kalau tahun lalu dari kebun Mawale ke kebun Maumbi, tahun 2020 ini menuju perkebunan Duam,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Rp646 juta dari Dandes 2019 Desa Tombasian Bawah dialokasikan membangun 850 meter panjang dan 3 meter lebar jalan rabat beton penghubung perkebunan Mawale ke perkebunan Maumbi sebagai lanjutan pembangunan ruas jalan usaha tani yang sama pada tahun sebelumnya.

Pembangunan jalan usaha tani ke dua ruas tersebut menyerap tenaga kerja atau hari orang kerja (HOK) yang terbilang banyak.

Pasalnya, proses penyusunan batu dan pengecoran hanya bisa dikerjakan mulai dari titik nol karena tidak ada akses jalan lain untuk mendrop material.

Tak heran, tenaga kerja yang diserap tiap hari melebihi 100 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan warga desa, mulai dari pemuda sampai ibu-ibu rumah tangga yang dipastikan dalam keadaan fisik sehat.

“Kalau ada saja gejala sakit, misalnya flu tidak saya izinkan berbaur,” tandas Kumtua Rikie Koampa, yang juga penatua GMIM ini.

Ketua TP PKK Desa Tombasian Bawah, Jetty Ruindungan turun langsung menyemprotkan disinfektan di rumah-rumah penduduk untuk mencegah penularan virus corona atau Covid 19.

Untuk itu, Rickie memastikan jika semua pekerja tidak ada yang berpotensi menyebarkan penyakit, apalagi virus corona.

“Di desa kami, sampai saat ini tidak ada seorang pun yang menunjukkan gejala terkena virus corona atau Covid 19 itu,” tegasnya.

Meski demikian, sosialisasi penangkalan Covid 19 terus dilakukan pemerintah desa dan kecamatan bersama stakeholder terkait, temasuk TNI dan Polri melalui Babinsa dan Babinkamtibmas.

“Kami juga sudah dua kali melakukan penyemprotan disinfektan, baik di rumah ibadah, kantor desa maupun di rumah-rumah penduduk,” papar suami Jetty Ruindungan ini.

Penulis: Herly Umbas