Pusat Kota Dipersolek, Kater Fanny Posumah: Awal Desember Semua Angkot Masuk Terminal

Pusat Kota Dipersolek, Kater Fanny Posumah: Awal Desember Semua Angkot Masuk Terminal

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Pasca dibongkarnya bangunan tua eks shopping centre, kini pusat Kota Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara dipersolek.

Meski terkesan darurat, taman-taman mini kini tengah ditata pada hamparan areal sekitar 25×50 meter yang memanjang di sisi barat Terminal Kawangkoan, terminal transit utama di daerah Nyiur Melambai sebelum jalan Trans Sulawesi dibangun dan beroperasi ini.

Pantauan Fajarmanado.com, ada sembilan petak taman mini yang tengah dirampunkan di atas lahan yang berada di pusat Kota Kawangkoan. Para pekerja berkelompok dipimpin langsung oleh enam lurah dan dua dari empat kepala desa yang berada di Kecamatan Kawangkoan.

“Biar masih terkesan darurat dan seadanya, banyak tamu yang berkunjung di rumah kopi merespon positif pembongkaran bangunan eks shopping centre dan pembuatan taman bernuasa Natal ini,” komentar Evert Tumbel, petugas parkir setempat, Senin (25/11/2019), siang tadi.

Sementara Plt. Camat Kawangkoan Eightmi Moniung, SH mengungkapkan bahwa pembangunan taman Natal ini merupakan kesepakatan bersama pemerintah kecamatan bersama enam lurah dan empat kepala di Kecamatan Kawangkoan. Setiap desa dan kelurahan membangun satu unit taman, begitupun dengan pemerintah kecamatan.

“Biayanya ditanggung secara swadaya oleh jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa. Makanya, yang bekerja umumnya pegawai dan perangkat kelurahan dan desa,” jelas mantan Kasubbag Keuangan DPRD Minahasa ini.

Dua desa lainnya, lanjut Eightmi, segera menyusul membangun. “Ini kami sepakati karena pembangunan Taman Kota ini baru diusulkan dibangun dengan dana APBD Minahasa tahun depan,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Terminal (Kater) Kawangkoan, Fanny Posumah, SSos menyatakan mendukung penuh penataan di wilayah Calon Ibu Kota Daerah Otonom Baru (DOB) Minahasa Tengah (Minteng) yang tengah berproses di Kemendagri dan DPR RI tersebut.

“Awal bulan Desember nanti, semua angkutan umum harus masuk dan diparkir di dalam pelataran terminal. Tidak ada lagi di jalan lingkar dan sekitaran terminal,” tandasnya saat dikonfirmasi terpisah.

Program penataan ini, lanjutnya, sebenarnya sudah lama. Namun karena belum dilakukan pelebaran pelataran dan didukung akses jalan keluar yang memadai, terpaksa ditunda.

“Tapi karena akses jalan keluar, jembatannya sudah kami bangun, kami segera memaksimalkan seluruh pelataran. Tinggal menunggu cor jembatan benar-benar sudah kering agar tidak mudah retak. Awal Desember, sesuai petunjuk tim teknis, sudah bisa dilewati kendaraan,” jelasnya.

Program ini, kata Posumah, terus disosialisasikan kepada para sopir, terutama sopir angkutan kota (angkot) dan AKDK Kawangkoan-Tompaso-Langowan yang selama ini masih menggunakan jalan sisi selatan terminal sebagai tempat mangkal.

“Di ruas jalan depan Kantor Camat itu nantinya akan kami pasang tanda larangan parkir dan kami akan berkoordinasi dengan pihak Polsek Kawangkoan untuk melakukan penertiban,” jelas pria yang dikenal familiar namun tegas ini.

Penulis: Herly Umbas