Kepsek Ferry Paisa Kaget dengan Hasil Penilaian UKS SMP di Minahasa
Penampakan aktivitas pelayanan kesehatan di Klinik SMP Negeri 1 Kawangkoan, Minahasa, Selasa (27/8/2019) siang.

Kepsek Ferry Paisa Kaget dengan Hasil Penilaian UKS SMP di Minahasa

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Kawangkoan, Ferry Paisa, SPd, MM mengaku kaget dengan hasil penilaian Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat SMP di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).

Bahkan, kerja tim gabungan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Kanwil Agama, Dinas Kesehatan dan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sulut terkesan profesional.

Secara mendadak, tim tiba-tiba memberi kabar segera berkunjung di sekolah dan langsung melakukan supervisi. Tak seperti biasanya, diberitahukan jauh hari sebelumnya.

“Puji Tuhan, ternyata sekolah kita ini terpilih di antara 102 SMP di Minahasa mewakili Kabupaten Minahasa dalam lomba UKS tingkat SMP Provinsi Sulawesi Utara dan tim penilai tingkat provinsi sudah turun melakukan penilaian,” paparnya, Selasa (27/8/2019).

Ferry, sapaan akrabnya, menuturkan hal tersebut di depan ratusan orang tua dan wali siswa pada Rapat Memasuki Tahun Pelajaran 2019/2020 dan Sosialisasi UKS di SMP Negeri 1, Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan Utara.

Meski demikian, lanjut dia, fasilitas pendukung kesehatan sekolah masih belum sesuai harapan. Khususnya, ketersediaan wastafel, tempat cuci tangan anak-anak.

“Sekolah kita masih butuh minimal delapan wastafel karena setiap dua ruangan harus ada minimal satu buah,” jelasnya.

Wastafel yang akan ditambah, lanjut dia, tidak harus produk pabrikan, namun bisa lebih murah dan berkesan apabila dirancang khusus dengan menggunakan bahan baku lokal.

“Seperti, pot bunga dari bahan baku tanah liat, kemudian dirancang menggunakan tretek dan selang,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain toilet, tempat cuci tangan menjadi prioritas dalam membiasakan anak didik hidup bersih. Tangan yang kotor rentan menyebarkan penyakit karena aktif digunakan menyentuh bagian tubuh, terutama mulut.

Pantauan Fajarmanado.com, gedung di bagian Selatan sekolah tersebut ada satu ruangan khusus yang berfungsi sebagai klinik kesehatan, lengkap dengan dua ranjang perawatan. Satu terbuat dari kayu, lainnya dari besi.

Saat rapat berlangsung, seorang siswa terlihat tengah terbaring dan dirawat pada ranjang kayu, yang tertutup tirai putih. Dua siswa mengenakan pakaian layaknya perawat, sibuk masuk keluar mendampingi guru matapelajaran PKn yang sementara melakukan perawatan.

“Minum habis air (putih)nya, ya..,” pinta Juni, guru PKn, yang mengaku penanggung jawab klinik sekolah. “Dia tadi ada pinsang Pak,” komentar pria muda guru honorer itu.

Disamping klinik kesehatan, program UKS SMP Negeri 1 Kawangkoan, menurut Kepsek Ferry Paisa, juga ada pemberian makanan tambahan bagi siswa kelas 7.

“Sesuai anggaran, baru kelas 7,” katanya sambil mengungkapkan bahwa apabila anggaran mencukupi tidak tertutup kemungkinan semua siswa mendapat makanan tambahan.

Selain itu, lanjut dia, siswi kelas 8 dan 9 diberikan pelayanan tambahan darah secara gratis mengingat usia mereka rata telah mengalami mensturbasi.

Sedangkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih sekaligus membudayakan siswa membuang sampah pada tempatnya, maka jika kedapatan dikenakan sanksi administrasi.

“Tapi bukan guru-guru yang mengeksekusi. Teman mereka sendiri, yang adalah pengurus UKS sendiri,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Komite Ir. Temmy Lumi, MSi mengharapkan peranserta para orang tua dan wali menunjang program UKS.

Bantuan, katanya, bisa dalam bentuk apa saja. Ada baiknya berbentuk bahan yang dibutuhkan.

Walhasil, sejumlah orang tua dan wali memberikan bantuan spontanitas sesuai kerelaan masing-masing, tak lain untuk mendukung progran UKS di sekolah berprestasi tersebut.

Penulis: Herly Umbas