Tondano, Fajarmanado.com — Kontraktor proyek DAK Dinas Perdagangan Minahasa 2017 untuk Pasar Desa Kanonang Dua, Kecamatan Kawangkoan Barat, angkat bicara.
“Semua sudah tuntas kami kerjakan,” kata Chris Somba kepada Fajarmanado.com, Kamis (20/6/2019).
Somba yang mengaku sebagai pelaksana dan penanggungjawab pembangunan Pasar Desa Kanonang Dua itu, dengan tegas membantah kalau hasil akhir pekerjaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perdagangan tersebut dinilai asal jadi.
“Kami sudah melakukan kewajiban kami. Apa yang kami buat sudah sesesui dengan aturan,” tandasnya yang dihubungi melalui telepon seluler.
Seperti diberitakan, warga Desa Kanonang Dua menyorot keberadaan Pasar Desanya. Mereka menilai, pekerjaannya terkesan asal jadi dan tidak tuntas.
Pasalnya, bangunan berukuran panjang 15 meter dan lebar 12 meter, yang berada di atas lahan desa, tepatnya di bagian belakang Balai Desa Kanonang Dua itu, tak dilengkapi dengan water closed (WC) representatif, layaknya fasilitas publik lainnya.

Kian ironis lagi, juga tidak didukung dengan prasarana sanitasi, terutama drainase, yang berfungsi sebagai saluran air pembuangan dari kawasan pasar desa ke drainase induk.
Yang ada, hanya drainase yang melingkar pada ke empat sisi bangunan terbuka itu. Akibatnya, jika hujan mengguyur, air tergenang di halaman pasar dan bagian belakang kantor desa.
Karena itulah, kalangan tokoh masyarakat lima desa Kanonang raya, yang berada pada satu hamparan pemukinan, ini pun menduga telah terjadi manipulasi Rencana Anggaran Proyek (RAP) dan anggaran pada pekerjaan itu oleh kontraktor.
“Kalau tidak salah ingat, sesuai papan proyek terpasang waktu itu, pasar desa ini beranggaran sekitar 430 juta (rupiah). Padahal, hanya sebegitu ukurannya,” ujar tokoh masyarakat setempat
Pantauan Fajarmanado.com pada Jumat (21/6/2019) siang tadi, bangunan WC yang berada di sudut belakang pasar tidak tuntas dikerjakan. Pintu terkesan dibuat asal jadi dan tidak kokoh sehingga telah terlepas dari konsengnya.
Di bagian dalam ruang WC, tak terlihat adanya bak penampungan air serta jaringan ledeng dan kran air. Yang tampak hanya lubang kecil menembus dinding, kemungkinan besar bakal dijadikan tempat ledeng air masuk.
Sekitar 2,5 meter di sebelah Utara bangunan WC, ada lubang berukuran sekitar 1×1 meter yang hanya ditutupi seng bekas.
Sementara pada empat sisi bangunan, melingkar drainase terbuka dengan tinggi sekitar 30 cm dan lebar 20 cm. Namun, itu hanya sampai di pojok kanan depan.
Meski tampak dibuatkan drainase darurat menuju drainase induk desa, air terlihat masih tergenang di sepanjang drainase pasar.
Sesuai informasi yang sempat beredar, kata sumber, pasca pembangunan pasar pemerintah menyiapkan pula anggaran perawatan sebesar Rp.30 juta.
“Tapi, kami tidak tahu bagaimana endingnya sampai saat ini,” kilah sumber pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) ini.
Menanggapi hal ini, Chres Somba mengatakan, pihaknya telah mengerjakannya sesuai RAP. “Mau bilang apa lagi, kami sudah melakukan serahterima bangunannya kepada Dinas Perdagangan,” ujarnya.
Mengenai saluran air yang tak terhubung sampai drainase induk desa, menurutnya, memang tidak dianggarkan. “Dananya hanya sampai begitu. Mana mungkin kami membangun yang tidak dianggarkan,” kilahnya.
Soal kabar adanya dana perawatan, kata dia, itu menjadi tanggung jawab Dinas Perdagangan. “Itu tanggung jawab Dinas Perdagangan, bukan kontraktor,” tandas Somba.
Sementara itu, Hukum Tua (Kumtua) Desa Kanonang Dua, Welly Rawis menegaskan, pekerjaan bangunan pasar tersebut tidak tuntas.
“Ya, makanya sampai sekarang belum ada serahterima dari Dinas Perdagangan kepada kami. Saya tolak tanda tangan karena bagi saya belum selesai,” komentarnya ketika dikonfirmasi kembali, Jumat (21/6/2019) siang tadi.
Ia kembali mengungkapkan bahwa bangunan pasar tersebut tidak dilengkapi dengan WC representatif dan drainase penghubung ke saluran pembuangan air utama desa di depan Kantor Desa.
“Inilah yang jadi persoalan utama. Sudah berkali-kali saya hubungi pihak Dinas Perdagangan tapi belum ada realisasi sampai saat ini,” katanya.
Meski demikian, Kumtua teladan nasional 2016 ini mengungkapkan pihaknya segera mengfungsikan pasar desa tersebut.
“Untuk itulah, kami segera memanfaatkan dan mengfungsikannya. Tapi, WCnya akan diperbaiki dan saluran air buangannya, dilengkapi dulu,” kata dia.
Soal sumber dana, menurut Kumtua Welly, akan diupayakan secara swadaya pemerintah desa, BPD, LPM dan masyarakat.
Penulis: Herly Umbas

