Desa Pinabetengan Selatan Bangun Akses Jalan ke Objek Wisata Gunung Soputan
Pemandangan eksotik dari kawasan puncak Gunung Soputan di Minahasa. Foto: Nail Gaming/Ist.

Desa Pinabetengan Selatan Bangun Akses Jalan ke Objek Wisata Gunung Soputan

Tompaso Barat, Fajarmanado.com — Akses jalan wisata menuju Gunung Soputan (1.784 mpl) dari Desa Pinabetengan Selatan, Kecamatan Tompaso Barat, Minahasa kini mendapat perhatian pemerintah dan warga setempat.

Faktanya, melalui rapat bersama pemerintah desa, Badan Perwakilan Desa (BPD) dan para tokoh masyarakat, pembangunan akses jalan tersebut dimasukkan ditata dalam APBDes 2019.

“Tahun ini akan dimulai pembangunan jalan ke arah Gunung Soputan itu sepanjang 510 meter dari total sekitar 800 meter,” kata Hukum Tua (Kumtua) Wanly Lempoy kepada Fajarmanado.com di Tompaso Barat, Selasa (18/6/2019).

Jalan ke wilayah yang dikenal dengan nama Rano Kasuruan tersebut, selain sebagai akse ke kawasan wisata Gunung Soputan juga merupakan jalan usaha tani. Potensi pertanian dan perkebunan di wilayah itu sangat besar.

“Ada beberapa pula warga desa kami yang membuka usaha di sekitar hutan pinus, yang selama ini menjadi tempat peristirahatan para pendaki gunung,” ujarnya.

Ketiadaan jalan representatif yang menjadi langsung ke tempat usaha warga di hutan Pinus, mengharuskan mengikuti jalan memutar melalui Desa Touure.

“Ongkos ojek saja mencapai 50 ribu per orang. Tapi, apabila jalan ini sudah dibangun, pasti biayanya akan berkurang jauh,” ujarnya.

Pantauan Fajarmanado.com, jalur pendakian ke Gunung Soputan dari wilayah Kabupaten Minahasa yang relatif dipilih para pencinta alam sampai saat ini adalah melalui Desa Touure.

“Kondisi jalannya sama, masih tanah. Tapi, lewat Touure jalannya tidak terlalu mendaki. Kalau melalui Desa Pinabetengan, ada tanjakan tinggi yang dikenal dengan sebutan Patah Hati,” ujar Stenly Simbar, pria yang mengaku sudah puluhan kali mendaki Gunung Soputan.

Namun, dia mengakui apabila akses jalan melalui Desa Pinabetengan Selatan sudah dibuat dan dibangun maka akan lebih mudah dan dekat mencapai hutan Pinus sebagai lokasi peristirahatan pertama.

“Inilah salahsatu tujuan kami membangun jalan menuji Rano Kasuruan, selain tentu untuk memudahkan mobilisasi hasil pertanian dan perkebunan di wilayah itu,” kilah Kumtua Wanly Lempoy.

Disamping membangun jalan usaha tani, dana desa Pinabetengan Selatan tahun 2019 juga dialokasikan membangun gedung olah raga berukuran 8×20 meter di atas tanah hasil swadaya masyarakat dan drainase di wilayah pemukiman.

“Dana 20 persen tahap pertama untuk membangun gedung olah raga. Dananya hampir terpakai semua,” ungkap dia, sambil menyebut jika Desa Pinabetengan Selatan memdapat alokasi dana desa tahun 2019 sekitar Rp.715 juta.

Penulis: Herly Umbas