oleh

Diduga Dibackup Oknum, Judi Togel Leluasa Beredar di Tondano dan Sekitarnya

Tondano, Fajarmanado.com — Praktik judi toto gelap alias Togel dikabarkan masih juga beredar leluasa di masyarakat. Ironisnya, yang belum tersentuh hukum adalah jaringan pelaku di Tondano, ibu kota Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Semakin ironis lagi, para tersangka pelaku yang tertangkap polisi rata-rata masih sebatas jajaran distributor dan pengecer.

Para bandar disebut-sebut belum ada satu pun yang tersangkap dan diadili.

Diduga kuat, para bandar masih ‘aman’ karena dibackup oleh oknum-oknum tertentu.

“Saya minta, Pak Kapolres turun tangan langsung berantas judi Togel,” pinta Ketua Aliansi Wartawan Minahasa (AWAM), Jeffry Uno kepada Fajarmanado.com di Tondano, Selasa (18/6?2019).

Ia mengatakan, peredaran Togel di Kota Tondano, Eris, Kombi dan  wilayah lain di Minahasa, masih berlangsung meski praktek pemasangannya tidak terbuka dan leluasa namun sembunyi-sembunyi.

“Modus pemasangannya saat ini sangat silent, tak lagi dibuktikan dengan kupon tapi hanya daftar nomor yang ditulis pada kertas apa adanya atau lewat telepon dengan saling percaya antara pemasang ada penulis selaku pengencer,” jelas dia.

Bandar utama Togel di Minahasa, menurut dia, adalah oknum warga Tondano yang dikenal dengan panggilan Budo.

“Tapi orangnya sulit ditemui. Dia selalu berpindah-pindah tempat tinggal. Sudah berkali-kali saya dan teman-teman cari, tapi selalu tidak di tempat,” ujarnya.

Siang tadi, Fajarmanado.com mencoba mendatangi rumah pria yang dikabarkan doyan mengenakan topi lebar ala Koboy di salah satu lorong di sekitaran Jalan Boulevard Tondano, namun tak berhasil ditemui.

Warga setempat yang coba ditanyai, rata-rata seakan kompak dan mengatakan tidak ada pria yang dimaksud.

Sementara, sumber lain mengungkapkan Budo merupakan bandar besar yang dilindungi oleh oknum tertentu di Minahasa.

“Dia sulit disentuh. Bayangkan saja, beberapa bulan lalu, banyak bandar Togel di Minahasa, tapi karena hubungannya dengan oknum petugas, semuanya tutup, tinggal dia yang leluasa menjadi bandar,” papar sumber.

Seperti diketahui, baik Minahasa, Tomohon maupun Minsel dan Mitra, polisi kerap menangkap jaringan pengedar Togel. Namun, para pelaku yang diciduk rata-rata masih sebatas distributor dan pengecer.

“Untuk itu, atas nama AWAM saya minta Pak Kapolres turun tangan, jangan sampai para bandar hanya dilindungi oleh para bawahan Pak Kapolres,” tandas Jeffry Uno. (Ely)

News Feed