Desa Tolok Satu Prioritas Sasar Pemberdayaan Potensi Pertanian
Kumtua Desa Tolok Satu, Meldy Lendy Onibala, SPd. Foto: Istimewa.

Desa Tolok Satu Prioritas Sasar Pemberdayaan Potensi Pertanian

Tompaso, Fajarmanado.com — Potensi lahan peetanian yang relatif terbatas, menjadi target dimanfaatkan dan diberdayakan bersama pemerintah dan perwakilan masyarakat di Desa Tolok Satu, Kecamatan Tompaso, Minahasa.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Tolok Satu, Meldy Lendy Onibala, SPd mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mendorong masyarakat agar memberdayakan potensi sumber daya alam di desa hasil pemekaran dari Desa Tolok ini.

“Yang menjadi kendala utama selama ini, sesuai pengakuan masyarakat, adalah cosh pasca panen yang tinggi karena belum didukung dengan sarana jalan ke kawasan lahan produktif,” katanya kepada Fajarmamado.com ketika bersua di Tompaso, Kamis (30/5/2019).

Berdasarkan musyawarah bersama BPD dan perwakilan masyarakat desa, maka dalam APBDes 2019 ini diprioritaskan membangun jalan usaha tani.

“Selain itu, sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang mendesak akan ketersediaan air, juga akan dibangun satu unit sumur bor,” katanya.

Ada dua ruas jalan yang diprioritaskan dibangun di Desa Tolok Satu tahun ini. Yakni, menurut Kumtua Meldy Onibala, lapen jalan kebun sepanjang 765 meter yang membentang di sebah Timur pemukiman ke arah perkebunan Talasi, dan pembangunan jalan baru 215 meter di perkebunan yang berbatasan dengan Desa Tondegesan, Kecamatan Kawangkoan.

“Jalan baru di sebelah Barat desa itu, sudah kami rintis dengan swadaya masyarakat berupa kerja bakti,” ungkapnya.

Sesuai APBDes, lanjut dia, jalan baru yang sudah berbentuk itu akan dilakukan pengerasan dan di atasnya dilapisi sirtu.

“Di ke dua sisinya, akan dibangun juga tanggul agar material batu dan sirtu tidak tergerus. Panjang totalnya 340 meter,” jelasnya

Meldy Onibala tak menampik apabila pengaspalan konsruksi lapen jalan kebun 765 meter dan pembangunan jalan baru  215 meter dan tanggunl 430 meter bersumber dari dana desa Rp.752 juta.

Total dana pembangunan infrastruktur ini, menurut Kumtua Tolok Satu, tidak akan mampu mencaver semua program pembangunan desa yang disepakati bersama melalui musyawarah desa.

“Jadi, tetap akan ada subsidi masyarakat, minimal dalam bentuk tenaga melalui kerja bakti, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, seperti ketika membuka jalan baru yang akan dibangun tahun ini,” papar Kumtua berusia 53 tahun yang familiar ini.

Penulis: Herly Umbas