Belang, Fajarmanado.com — Meiske Mandang optimis meraih satu kursi dalam pemilihan umum secara serentak pada Pemilu 2019 mendatang.
Caleg Dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan daerah pemilihan Minahasa Tenggara Dua, yang meliputi kecamatan Belang dan Ratatotok terus melakukan konsolidasi dan menyapa seluruh warga lebih khusus warga yang ada di desa Watuliney Raya.

Caleg Meiske Mandang Mengawal Saat Memasang Atriwulan di Watuliney Raya
Mantan caleg dari Partai Gerinda ini menargetkan satu kursi di DPRD Mitra, bahkan, dirinya tak gentar bersaing dengan sejumlah caleg baik dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bahkan caleg dari Partai lain untuk merebut kursi di DPRD.
“Saya optimis akan meraih satu kursi karena memiliki basis suara yang kuat di wilayah Watuliney Raya,”kata Mandang ketika bersua dengan Fajarmanado.com, Kamis (14/3/2019).

Mandang mengaku tak main-main dalam kontestasi politik ini, khususnya dalam perebutan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
“Dalam Pemilu ini, Caleg caleg yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Minahasa Tenggara lebih khusus didapil dua semuanya memiliki basis massa yang jelas dan mempunyai pendukung yang militan,”Kata Mandang.
Terpisah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan James Sumendap mengatakan
PDI Perjuangan Mitra menargetkan memperoleh minimal 8 kursi di DPRD Minahasa Tenggara.
“Target realistis kami dengan komposisi calon anggota legislatif saat ini, bisa memperoleh minimal 8 kursi atau sudah bisa mempertahankan Perolehan kursi pada Pileg 2014 lalu,” ujarnya.
Terpisah Sekertaris DPC PDI Perjuangan Mitra Semula Montolalu,SH mengaku dalam penyebaran Caleg mempunyai basis suara yang kuat di wilayahnya masing-masing.
“Intinya selain mempunyai basis suara di akar rumput, caleg yang kami tawarkan kepada masyarakat mempunyai komitmen untuk menyuarakan kepentingan rakyat,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Montolalu mengharapkan seluruh kader dan simpatisan partai dapat bekerja bersama-sama dengan para Caleg untuk meraup suara dari masyarakat sebanyak-banyaknya.
“Karena politik bukan sekedar mencalonkan diri untuk menjadi dewan, tapi menyentuh aspirasi masyarakat, dan mengakomodirnya jika mendapat mandat dari rakyat. Mari kita jadikan politik sebagai pengabdian kepada rakyat, bukan untuk kekayaan dan popularitas pribadi,” tandas Montolalu.
Penulis : Didi Gara

