Gas Elpiji 3 Kg Menghilang, Warga Minsel Pakai Kayu Bakar dan Kompor Sumbu

Gas Elpiji 3 Kg Menghilang, Warga Minsel Pakai Kayu Bakar dan Kompor Sumbu

Amurang, Fajarmanadocom — Para ibu rumah tangga di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kini menjerit. Gas elpiji 3 kilogram menghilang di pangkalan-pangkalan gas bersubsidi itu dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagian warga pun mengaku kini mulai beralih kembali menggunakan kayu api dalam memasak makanan kebutuhan sehari-hari. Sebagian lainnya, menggunakan kompor sumbu.

Salah seorang warga Uwuran Dua, Amurang, Wels Patiranie mengatakan, gas elpiji 3 kg sudah hampir sebulan hilang di tingkat pengecer dan sejumlah pangkalan.

“Maka kami sebagian warga terpaksa memasak pakai tungku dan kayu bakar. Meskipun matangnya lambat terpaksa dilakukan dari pada tidak makan,” kata Wels kepada Fajarmanado.com, Selasa (11/12/2018).

Ia mengaku sudah menanyakannya kepada pangkalan di dekat rumahnya. Ia melihat sendiri gas itu masih tersedia namun pemilik pangkalan tetap berdalih tidak ada alias habis.

Warga lainnya berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel untuk turun ke lapangan mengatasi kelangkaan gas  elpiji 3 kg dan memperketat pengawasan distribusinya.

Selain itu penegak hukum juga harus menindak tegas pengusaha yang telah melakukan penimbunan gas bersubsidi bagi keluarga ekonomi lemah.

“Dan harganya juga harus kembali normal seperti biasa pada kisaran angka Rp17 ribu, hingga Rp 25 ribu per tabung,” ungkapnya.

“Sebab, sejumkah pangkalan sengaja menumpuk, apa alasan dari pangkalan kami pun tak tau,” ujarnya.

“Kalau memang benar sejumlah pangkalan menumpuk atau sengaja tidak mau menjual kepada warga, sebab ini sudah mengangkangi aturan,” sambungnya.

Penulis: Ismail Arjuna