Kawangkoan, Fajarmanado.com — Meski tak dijadwalkan, namun ibadah perayaan Natal Yesus Kristus 2018 Komisi Pria Kaum Bapa (PKB) KGPM Sentrum Kawangkoan diwarnai pengutusan para calon legislatif (Caleg) Pemilu 2019, Sabtu (8/12/2018), tadi malam.
Hebatnya, para Caleg yang didoakan khusus seusai ibadah perayaan Natal yang dipimpin Ketua Pimpinan Majelis Sidang (PMS) KGPM Sentrum Kawangkoan, Gbl. Joike Rambitan, STh itu, tak hanya sebatas warga jemaat KGPM, tetapi juga anggota jemaat golongan agama lainnya.
Sayangnya, dari sederetan nama Caleg warga Kawangkoan yang dipanggil, hanya empat orang yang tampil didoakan di Gedung KGPM Sentrum Kawangkoan Sektor Sendangan, di Kelurahan Sendangan Selatan, tadi malam.
Mereka adalah, Ventje Vicktor Mawuntu (Gerindra), Stenly Masengi (NasDem) dan dua lainnya Caleg PKPI untuk DPRD Kabupaten Minahasa dan Provinsi Sulawesi Utara, masing-masing, Jelly Lolowang dan Herly Umbas.
Selain pengutusan Caleg, dipenghujung acara sebelum ramah tamah, dilakukan penyerahan diakonia kepada lima pemimpin ibadah dan puluhan Lansia anggota PKB KGPM Sentrum Kawangkoan.

Diakonia tersebut diserahkan bergilir oleh Ketua PKB KGPM Sentrum Pnt Ir Fabian DK Mendur MM, Ketua Tim Kerja Perayaan Natal 2018 Fanny Tumbelaka, serta para anggota tim kerja.
“Doa pengutusan ini, semula tidak dijadwalkan. Tapi melihat banyak Caleg yang hadir maka kami lakukan sebagai wujud keterpanggilan gereja dalam menyukseskan Pemilu 17 April 2019 mendatang,” ujar Gbl Joike Rambitan, STh.
Sebelumnya, dalam khotbahnya, Rambitan mengatakan, Natal Yesus Kristus harus dilaksanakan penuh kesederhanaan dan damai. Jangan sampai ada perselisihan di antara sesama umat manusia.
“Damai tanpa perselisihan juga harus kita wujudkan bersama dalam menghadapi Pemilu 2019. Harus diakui, kita semua akan ada beda pilihan, tetapi jangan sampai merusak hubungan baik atau memecahbelah jemaat dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Camat Kawangkoan Dra Meike Rantung, dalam pesan Natalnya mengatakan, dalam merayakan Natal ada sikap dua sosok utama yang harus dicermati. Yaitu, Adam dan Jusuf.
“Adam, seperti sudah disinggung Pak Gembala dalam hotbah tadi, adalah sosok yang tidak mau mengakui kesalahannya,” katanya.
Sedangkan Jusuf suami Maria, lanjutnya, meski semula mundur karena mengetahui isterinya sudah mengandung bayi Yesus, tapi akhirnya tetap pasrah setelah mendapat penjelasan malaikat Tuhan.
“Jadi, sebagai pria kaum bapa, haruslah bersikap seperti Jusuf yang berani mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab. Berani berbuat, berani bertanggung jawab, bukan lempar tanggung jawab kepada orang atau pihak lain,” paparnya.
Penulis: Fiser Wakulu
