Tondano, Fajarmanado.com — TP PKK Kabupaten Minahasa di bawah komando Dra Fenny CH Roring-Lumanauw, SIP dan jajaran membuat terobosan baru terkait gaya hidup sehat.
Terobosan tersebut adalah gerakan ‘sehari tanpa nasi’ dalam seminggu. Terobosan tersebut diluncurkan dalam lomba Cipta Menu B2SA (Beragam, Bergizi seimbang, dan Aman) Berbasis Sumber Daya Lokal Tingkat Kabupaten Minahasa Tahun 2018.
Lomba Cipta Menu B2SA ini adalah hasil kerjasama TP-PKK Kabupaten Minahasa dengan Dinas Pangan Kabupaten Minahasa.
“Dengan maksud untuk mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat tentang penerapan konsumsi pangan B2SA berbasis sumber daya lokal. Karena untuk hidup sehat, aktif dan produktif sangatlah penting untuk kita mengkonsumsi pangan B2SA,” ujar Lumanauw.
Lanjutnya, lomba cipta menu B2SA ini bisa memberikan dampak positif dalam kesehatan. Teristimewa ibu-ibu dapat mengkreasikan menu pangan lokal yang beragam, bergizi seimbang dan aman serta untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu.
Ibu-ibu PKK diminta untuk menindaklanjuti program ketahanan pangan ini sehingga akan terwujud masyarakat yang lebih cerdas, aktif, sehat dan produktif untuk berperan aktif menjadi pendorong bagi bapak-bapak dalam segala aktivitas.
“Pemenang lomba cipta menu B2SA tingkat Kabupaten Minahasa akan diikutsertakan pada lomba yang sama tingkat Lrovinsi Sulawesi Utara tahun 2019,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Minahasa Ir Royke Oktavian Roring yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kenganekaragaman konsumsi pangan masyarakat yang beragam, bergisi seimbang dan aman, merupakan upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sehat.
Bupati mengungkapkan jika masyarakat jangan tergantung hanya pada satu jenis makanan pokom seperti nasi. Karena Kabupaten Minahasa kaya akan pangan sumber karbohidrat selain beras seperti ubi jalar, ubi jalar ungu, singkong, talas, jagung, pisang dan masih banyak lagi.
“Karena itu, pemerintah melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat, sehingga masyarakat mengkonsumsi lebih banyak ragam baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat,” ujar Bupati.
“Ibu-ibu yang berperan sebagai penentu dan penyedia menu keluarga serta yang berperan penting terhadap kualitas konsumsi pangan keluarga agar menindaklanjuti terobosan ini dalam kehidupan sehari-hari dan mensosialisasikan kepada masyarakat,” tambah Bupati Roring.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama Pemerintah Kabupaten Minahasa dan BPMS GMIM tentang pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan.
Selain Bupati, kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi Sekda Kabupaten Minahasa Jeffry Korengkeng, SH,MSi, Ketua TP-PKK kabupaten minahasa Dra Fenny CH Roring-Lumanauw, SIP, Wakil Ketua TP-PKK Martina Dondokambey-Lengkong serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Minahasa Seeve Korengkeng-Warouw.
Penulis: Fiser Wakulu

