Manado, Fajarmanado.com — Untuk ke dua kalinya, Sulawesi Utara menjadi tuan rumah Konferensi Nasional (Konas) Kelapa. Hajatan empat tahunan ke sembilan ini berlangsung di salahsatu hotel berbintang di Kota Manado, Jumat (16/11/2019).
Konas Kelapa IX yang dibuka Kepala Bapelitbang Kementerian Pertanian (Kementan) RI Prof. Dr. M. Syakir ini membahas untuk menemukan solusi bersama dalam memacu kesejahteraan petani kelapa, seiring dengan tema yang diambil, ‘Sinergisme Untuk Mempercepat Peningkatan Kesejahteraan Petani Dan Keberlanjutan Industri Kelapa.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Refly Ngantung mengapresiasi dipilihnya daerah berjuluk Nyiur Melambai ini sebagai tuan rumah untuk ke dua kalinya, setelah tahun 2010 silam.
“Pemprov Sulut terus memacu bergeraknya aktivitas perekonomian dan pembangunan melalui program unggulan yang menitikberatkan sektor agro kompleks sesuai rencana strategis daerah, seperti program revitalisasi pertanian/perkebunan, guna peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian/perkebunan termasuk kelapa,” katanya.
Khusus di sektor pengembangan tanaman kelapa, lanjut dia, Pemprov Sulut menerapkan program peningkatan berkelanjutan, seperti peremajaan kelapa dan pemberdayaan petani kelapa melalui pelatihan-pelatihan strategi.
Sebagaimana yang telah dan akan terus dilakukan, adalah, pengembangan kelembagaan petani kelapa, pelatihan administrasi pembukuan dan program tabungan, pelatihan pengembangan ekonomi rumah tangga, pelatihan penumbuhan kebersamaan petani kelapa, serta fasilitasi pembentukan lembaga ekonomi masyarakat petani kelapa, dan fasilitasi pengembangan kelembagaan petani kelapa.
“Maka sebagai stakeholder pembangunan terkait di sektor pertanian/perkebunan, khususnya pada komoditas kelapa, kita semua tentunya sangat diharapkan dapat terus bersinergi dalam memberi kontribusi dan dukungan dengan Pemerintah Daerah guna menjawab sejumlah tantangan dan peluang yang terbentang kedepan dengan keberhasilan,” papar Ngantung mengutip sambutan Gubernur.
Diketahui, Konas Kelapa IX kali ini merupakan kolaborasi antara Pemprov Sulut, Balit Palma, Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) dan Universitas Sam Ratulangi Manado.
Selain seminar, juga pelepasan ekspor kelapa, launching varian unggul kelapa, pemberian kelapa varietas unggul kepada petani sekaligus disertai bimbingan teknis.
Iven nasional empat tahunan ini bertujuan untuk membangun sinergitas antara stakeholders untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan petani dan diharapkan dapat menciptakan industri kelapa yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Sulut.
Selain Kepala Bapelitbang Kementerian Pertanian RI Prof. Dr. M. Syakir, nampak hadir pula perwakilan Kementerian Perdagangan, Dinas terkait lingkup Pemprov Sulut, para Kepala Daerah penghasil kelapa, Pengurus Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), International Coconut Community (ICC), Filipina, Australia, Vietnam, perwakilan asosiasi petani kelapa di Indonesia, pihak perbankan, pebisnis dan eksportir.
Penulis: Herly Umbas

