Tondano, Fajarmanado.com — Budaya adalah sesuatu yang tidak bisa dinilai harganya. Karena itu semua pihak yang berkepentingan mati-matian menggali serta mempertahankanya agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Begitu juga dengan budaya Minahasa yang sudah ada sejak masa silam. Memandang betapa pentingnya hal tersebut, para pegiat budaya yang berhimpun dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara, menggelar diskusi yang diberi tajuk ‘Situs Budaya dan Pariwisata.
Diskusi yang bekerjasama dengan Pers Minahasa (Pers’Min) dan Aliansi Wartawan Minahasa (AWAM) tersebut dilangsungkan di lokasi Pameran Minahasa Expo di kompleks Stadion Maesa Tondano yang dihadiri oleh siswa, mahasiswa, serta aktivis budaya di daerah ini.
Sebagai narasumber, Akademisi Universitas Sam Ratulangi DR Ivan kaunang M.Hum, mewakili Kepla Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Bidang Kebudayaan Melisa Rondonuwu SIP, serta perwakilan Jurnalis, Rikson Karundeng M.Teol.
Ketua AMAN Sulut Rivo Gosal S.Teol mengatakan tujuan kegiatan tersebut untuk membangun kesadaran masyatakat betapa pentingnya menjaga kebudayaan Minahasa di zaman moderen ini.
“Kegiatan ini juga untuk mendorong dukungan dari pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk melindungi situs-situs sejarah di Minahasa,” ujar Gosal.
Sementara sasaran dari kegiatan tersebut agar masyarakat bisa bisa terdorong untuk menjaga peninggalan sejarah. “Kabupaten Minahasa banyak situs-situs sejarah. Hampir semua tempat, Desa (Wanua) memiliki situs peninggalan sejarah. Harus disadari juga bahwa banyak kebudayaan asing yang masuk di Minahasa. Karena itu dengan dilaksanakannya kegiatan ini, masyarakat bisa termotivasi dalam melestarikan kebudayaan Minahasa,” jelasnya.
Penulis: Fiser Wakulu

