Tomohon, Fajarmanado.com — Aksi pengeroyokan terjadi di kompleks Alfa Mart Matani, Kota Tomohon. Oknum dosen ITM (Institut Teknologi Minahasa) berinisial JM dikabarkan mengalami tikaman.
JM, warga Kelurahan Matani, Lingkungan 6, Kecamatan Tomohon ini menderita luka tusukan benda tajam pada bagian perut sebelah kiri, setelah berduel dengan dua orang pria. Salahsatu di antaranya pria yang dikenal korban berinisial T.
Tindak kriminalitas itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, dini pagi Minggu (19/8/2018) sesaat setelah korban keluar dari Alfa Mart Matani.
Menurut informasi istri korban, kronologis berawal sekitar pukul 12.15 korban JM dalam perjalanan pulang dari menyelesaikan pekerjaan di kampus singgah membeli rokok di Alfamart Matani.
Saat itu, korban mengaku melihat seseorang yang dikenal akrab dengan panggilan berinisial T sudah dalam keadaan mabuk sambil memegang pisau. Pria itu tengah berusaha ditarik salah satu temannya keluar dari Alfa Mart.
Setelah membeli rokok, tampak curiga JM berjalan ke luar namun dicegat tersangka T. Perkelahian pun terjadi.
Beberapa saat kemudian, korban terdesak karena teman tersangka ikut membantu. Tak pelak, satu tikaman mengenai perut bagian kiri korban, dengan kedalaman t centimeter dan lebar w centimeter.
Menyadari posisi dan kondisinya, korban berusaha melarikan diri ke arah rumah mereka yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), selanjutnya dilarikan keluarganya ke RS Gunung Maria Tomohon.
Melihat kondisi luka, korban dirujuk ke RS Bethesda namun dirujuk kembali ke RS Prof Kandou, Malalayang, Kota Manado.
“Kami keluarga sangat berharap agar polisi segera menangkap pelaku penikaman suami saya karena sejak subuh sudah dilaporkan pamannya berinisial AT ke Polres Tomohon dan diterima petugas bernama Indra,” ujar istri korban.
Sementara itu Kapolres Tomohon AKBP IK Agus Kusmayadi, SIK melalui Kasat Reskrim AKP M Aswar Nur, saat diminta konfirmasinya lewat WA mengatakan pihaknya bersama Buser Polres Tomohon sementara melakukan pengejaran kepada pelaku.
Keluarga korban maupun masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan masalah ini kepada pihak kepolisian untuk menangani kasus ini.
“Tolong doakan teman-teman, kami dari semalam sampai dengan saat ini masih berada di Manado untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka,” ujar Kasat reskrim melalui pesan WhatsApp.
Penulis: Prokla Mambo

