Tondano, Fajarmanando.com — Diam-diam, Polres Minahasa tengah menseriusi biaya Keberangkatan Tim Kesenian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa ke Rusia pada tahun 2016 silam. Bahkan 40 orang telah dipanggil.
Pasalnya, kuat dugaan bahwa kegiatan promosi wisata budaya yang diprakarsai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudppar Minahasa) tersebut telah menyebabkan kerugian negara.
Kapolres Minahasa, AKBP Christ Pusung SIK tak menafikan kabar ini.
“Sementara kami tangani. Itu bukan fiktif karena memang benar berangkat ke Rusia. Tapi keberangkatan tersebut telah menyebabkan kerugian negara,” katanya didampingi Kanit Tipikor Polres Minahasa, Zulfikri Darwis, SH.
Ketika mengendus kasus ini, Polres Minahasa ternyata sudah berkali-kali berkoordinasi dengan BPK maupun BPKP.
“Ya, untuk sementara, dari hasil audit yang dilakukan, didapati kerugian negara sebesar Rp 540 juta,” katanya.
Kerugian negara tersebuat tercipta akibat lama kunjungan diperpanjang selama sekitar sepekan dari jadwal kunjungan.
“Seharusnya tim mereka (Tim kesenian) berada di Rusia hanya empat hari. Tapi kenyataannya, mereka 11 hari di Rusia,” jelasnya.
Penyidik juga telah memanggil 40 orang yang berangkat ke Rusia untuk dimintai keterangan. Namun yang memenuhi panggilan tersebut baru 28 orang. Sementara 12 orang lainya tidak hadir dengan berbagai alasan.
“Dalam rombongan tersebut ada juga 7 orang penumpang gelap,” tambah Darwis.
Diungkapkanya juga, ada banyak kejanggalan dalam kasus tersebut. Salah satunya terkait ijin.
Begitu juga dengan penyedia jasa keberangkatan (travel). Dimana penyedia jasa yang dimaksud diduga tidak memenuhi kualifikasi untuk menyediakan jasa ke luar negeri.
“Kepala Disbudpar waktu kejadian tersebut yakni DB alias Debby sudah pernah kami panggil. Namun beliu mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan keberangkatan tersebut sudah sesuai prosedur,” katanya.
Darwis mengatakan, adalah hal yang lumrah apabila para pihak yang dimintai keterangan mengklaim dirinya tidak bersalah.
“Tapi kita lihat nanti apa fakta hukum yang akan terungkap,” tandas Darwis.
Penulis: Fiser Wakulu

