Libatkan Peraih Nobel dan Ilmuan Dunia, Mahasiswa 24 Negara Ikut ASC 2018 di Minut
Gubernur Olly Dondokambey, SE ketika membuka Asean Science Camp 2018 yang diikuti 24 negara di Sutan Raja Hotel, Minut, disaksikan, antara lain, Direktur Surya Institut Prof. Yohanes, Surya, Phd, Sabtu (4/8/2018).

Libatkan Peraih Nobel dan Ilmuan Dunia, Mahasiswa 24 Negara Ikut ASC 2018 di Minut

Manado, Fajarmanado.com — Ratusan mahasiswa duta 24 negara, termasuk Indonesia berkumpul di Sulawesi Utara (Sulut). Bersama para peraih penghargaan Nobel dan ilmuwan dunia, mereka mengikuti kegiatan Asean Science Camp (ASC) 2018, selang tanggal 3-9 Agustus mendatang.

Forum tahunan perguruan tinggi dan mahasiswa yang pertama kali digelar di Taipei, China tahun 2007 ini dibuka oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE di Sutan Raja Hotel, Minahasa Utara (Minut), Sabtu (4/8/2018).

Gubernur Olly mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Sulut menjadi tuan rumah kegiatan bertaraf internaaional demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini.

Olly menilai  pelaksanaan kegiatan ASC ini sangat mulia karena bertujuan mencerahkan para pemuda yang berbakat sains dengan berdikusi dan berdialog dengan dengan para top scholars di dunia sekaligus untuk mempromosikan persahabatan dan kerjasama internasional diantara siswa muda dan mahasiswa terbaik generasi masa depan di Asia.

Gubernur pun berharap sekiranya pelaksanaan ASC di Sulut ini dapat sukses, sekaligus dapat  dimanfaatkan sebagai suatu kesempatan untuk saling berbagi informasi serta menghasilkan rekomendasi yang semakin memperkuat nilai-nilai persahabatan, solidaritas, cinta kasih, cinta lingkungan, cinta pada masa depan dan cinta kepada Tuhan, di atas pemahaman dan kesadaran bahwa Torang Samua Ciptaan Tuhan (Kita Semua Ciptaan Tuhan).

“Kita harus mampu mengimbangi atau bahkan bisa menjadi parameter bagi dunia pendidikan di kawasan regional dan internasional,” ujar Gubernur.

Olly juga berharap forum ASC tak sekadar event science semata, tetapi ASC dapat pula mendongkrak pariwisata Sulut.

“Selain upaya peningkatan kualitas pendidikan daerah maupun nasional, juga dalam waktu bersamaan dapat mempromosikan potensi pariwisata daerah yang kita miliki bagi kalangan internasional, khususnya bagi kalangan pelajar di kawasan Asia,” tandasnya.

Patut diketahui, ASC pertama diadakan di Taipei pada 2007, dan kemudian diadakan di Bali (2008); Tsukuba Jepang (2009); Mumbai, India(2010), Daejeon, Korea Selatan (2011), Universitas Ibrani Yerusalem, Israel (2012).

Ide kamp tahunan ini diusulkan oleh Yuan Tseh Lee dan Masatoshi Koshiba pada tahun 2005. Gagasan ASC diusulkan September 2005 setelah pertemuan tahunan Pemenang Nobel dan Mahasiswa Nobel di Lindau, Jerman oleh Profesor Yuan Tseh Lee (pemenang Nobel Kimia 1986) dari Chinese Taipei, dan Profesor Masatoshi Koshiba (pemenang Nobel Fisika 2002) dari Jepang.

Asian Science Camp 2018 di Sulut mengundang selusin pemenang Nobel atau ilmuwan terkemuka dunia sebagai pembicara.

Sesuai scadulle, setelah pengajuan ide dan gagasan, sesi pleno, diskusi meja bundar, juga dialog master siswa, dan dilaksanakan kompetisi poster kreatif. Usai itu, dilanjutkan dengan cara sosial dan kunjungan.

Terpantau hadir dalam pembukaan kegiatan pimpinan Surya Institute Prof. Yohanes Surya, PhD, Sekretaris Daerah Provinsi Edwin Silangen,SE, MS, Kadis Pendidikan Daerah Provinai Sulut dr. Grace Punuh.

Penulis: Herly Umbas