Manado, Fajarmanado.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Pameran Pelayan Publik ke 2 tahun 2018 di Manado Town Square (Mantos) II, Jalan Piere Tendean Manado selang 4-7 Juli mendatang.
Pameran yang ajang lomba ini, dibuka Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Edwin Silangen MS, Rabu (4/7/2018), sore tadi. Tercatat 24 peserta dari pemprov dan 13 kabupaten kota, mengikuti komperisi ini. Dua kabupaten yang absen adalah Minahasa Selatan (Minsel) dan Talaud.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE mengatakan, gelar kompetisi inovasi pelayanan publik ini, harus dipahami bersama merupakan upaya yang strategis untuk mewarnai progres penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah dengan inovasi-inovasi konstruktif, serta terobosan- terobosan kerja yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dinamika perkembangan saat ini.
“Kegiatan inovasi ini salah satu program dari bapak Gubernur dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sekprov Silangen di sela membacakan sambutan tertulis gubernur.
Menurutnya, program ini harus lebih lebih ditingkatkan lagi agar pelayanan kepada kepada masyarakat yang diutamakan dan inovasi dan terobosan kepala SKPD ini merupakan penilaian untuk melakukan penyegaran di lingkup Pemprov Sulut.
“Saya apresiasi kepada panitia penyelenggara, khususnya Biro Organisasi atas terlaksananya agenda ini,” ujarnya.
Meski demikian, Silangen mengatakan, kedepan kegiatan ini harus bekerjasama dengan instansi vertikal supaya ada sinkronisasi dan pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.
“Mari kita ciptakan pelayanan yang uniform cepat murah tanpa ikhtiar kita bersama semua itu tidak akan maksimal karena pelayanan kepada masyarakat itu yang paling utama,” tandasnya.
Silangen berharap, pemenang dari lomba pameran kompetisi inovasi publik tingkat daerah ini dapat diikutsertakan dalam top 99 bahkan top 40 inovasi pelayanan publik terbaik se Indonesia yang nantinya akan dilombakan pada tingkat nasional nanti.
Kepala Biro Organisasi Setdaprov Sulut Glady Kawatu menambahkan, kegiatan ini bisa menjadi ajang sosialisasi bagi masyarakat mengenai standar pelayanan publik yang dilakukan instansi terkait.
Karena itu dirinya berharap semua unit layanan, badan serta lembaga bisa mengambil bagian.
“Biasanya seperti perizinan terpadu, mereka memiliki inovasi mengurus izin online atau bayar pajak online. Ini adalah inovasi terbaru yang akan diperlombakan serta menjadi kriteria penilaian. Pokoknya inovasi apa yang mempercepat pelayanan publik itu yang menjadi fokus utama,” jelas Kawatu.
Kawatu mengungkapkan, inovasi pelayanan publik ini adalah tuntutan dari pemerintah atas pelayanan publik kepada masyarakat. Dan itu sebenarnya menurut Kawatu diwajibkan untuk ikut. Apalagi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Inovasi ini kan sudah banyak. Baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Karena itu kita mendorong agar inovasi ini tersosialisasi kepada masyarakat lewat pameran yang kita gelar nanti,” terangnya.
Sementara tampil sebagai tim penilai, terdiri dari, akademisi, unsur pers serta Ombudsman.
Penulis : Herly Umbas
Sumber: Humas Pemprov Sulut

