Tomohon, Fajarmanado.com — TNI dan Polri kian mesra saja. Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditunjukkan Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Madsuni dan Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam XII/Merdeka ke 60 di Mako Rindam, Kakaskasen, Kota Tomohon, Selasa (3/7/2018), tadi.
Saat sesi pemotongan tumpeng, seusai upacara peringatan, Pangdam Madsuni memberikan potongan pertama kepada Kapolda Waskito, seraya memberikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-72. “Selamat ulang tahun Polri ke-72,” ujar Pangdam, disambut tepuk tangan seluruh hadirin.
Tak hanya ucapan selamat HUT Bhayangkara, Kapolda Waskito juga didaulat memotong kue ulang tahun ke-60. Seakan berbalas pantun, potongan kue pertama diberikannya kepada Pangdam Madsuni.
“Inilah bentuk sinergitas dan soliditas TNI-Polri di Sulawesi Utara,” papar Pangdam Madsuni yang diamini Kapolda Waskito sambil bertepuktangan, diikuti hadirin.
Kapolda Waskito didampingi Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut, Ny. Ruthy Bambang Waskito, bersama jajaran menghadiri rangkaian acara, mulai dari upacara HUT Kodam XIII/Merdeka, pagi hingga siang tadi.
Upacara yang dipimpin Pangdam Madsuni tersebut, juga dihadiri Forkopimda Sulut, Danlantamal VIII Manado, Kepala BNN Provinsi Sulut, Danlanudsri Manado, Kabinda Sulut, dan perwakilan Forkopimda Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng).
Menurut Pangdam, peringatan hari jadi ke-60 Kodam XIII / Merdeka ini, pada hakekatnya adalah salah satu upaya pembinaan tradisi satuan, yang dimaksudkan untuk menghibur jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan yang dilandasi oleh kebanggaan, kecintaan dan ikatan batin yang kuat di antara sesama warga Kodam XIII / Merdeka.

Hari Jadi Kodam XIII/Merdeka, kata dia, sebenarnya jatuh pada tanggal pada tanggal 16 Juni yang lalu. Namun karena bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah dan agenda nasional Pilkada serentak 2018, maka peringatan hari jadi Kodam XIII/Merdeka tahun 2018 baru dapat dilaksanakan hari ini.
Pangdam Mansuni menegaskan, Kodam XIII/Merdeka adalah juga bagian dari struktur pranata sosial yang eksistensinya selalu terhubung dengan dinamika kehidupan warga dan komunitas lain di sekitarnya dan pemerintah negara dan aparat negara lainnya.
“Oleh karena itu, pelihara dan jaga terus-menerus memperlakukan TNI-rakyat di situasi yang berbeda dan berada. Ingatlah jati diri kalian sebagai seorang prajurit TNI, yaitu sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional,” tegasnya.
Pangdam Madsuni juga memerintahkan para prajurit TNI harus terus menempa mentalnya, agar keluar teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.
“Mudah-mudahan, dengan ridho Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kodam XIII/Merdeka dapat bersinergi dengan seluruh komponen bangsa yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah untuk bersama, bahu-membahu dengan rakyat, mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera,” imbuhnya.
Penulis: Prokla Mambo
Editor : Herly Umbas

