Tomohon, Fajarmanado.com — Ransel berisi benda yang diduga bom menghebohkan warga Kota Tomohon, Kamis (21/6/2018).
Benda mencurigakaN yang ditemukan warga di depan salahsatu toko, kompleks Menara Alfa Omega, kawasan pusat kota relegi itu sontak membuat polisi bereaksi dan bergerak cepat.
Tim gabungan Polres Tomohon pun sontak muncul di tempat kejadian perkara (TKP). Didukung Tim Gegana Brimob Polda Sulut, satuan Buser, Sabhara, Totosik, Intel, Lantas Polres Tomohon dan Brimob Polda Sulut melakukan berbagai daya upaya untuk menjinakkan benda misterius di dalam ransel tersebut.
Kejadian tersebut cukup menghebohkan dan membuat panik warga sekitar yang melakukan aktifitas berbelanja di pusat pertokoan. Terpantau ratusan personil polisi melakukan upaya evakuasi warga yang berada di area yang sudah dipasang garis polisi itu.
Kapolres Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi SIK mengatakan, aksi penjinakan bom tersebut hanya merupakan skenario pembuatan film yang dilakukan setiap polres dalam rangka lomba pembuatan film pendek tentang polisi.

“Ide pembuatan film ini sudah ada sejak sebulan yang lalu namun baru dilaksanakan saat ini karena ada banyak kesibukan lain yang harus di selesaikan,” katanya kepada wartawan di sela-sela adegan yang mendebarkan itu.
Adegan ini, lanjut Kusmayadi, juga menunjukan kepada masyarakat tentang bahayanya bahan peledak sehingga masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati dan ketika menemukan benda mencurigakan agar segerah melapor ke pihak polisi,” jelasnya.
Kapolres Kusmayadi mengungkapkan bahwa pembuatan film yang dilakukan dalam rangka Hari Bhayangkara ini, juga untuk memberi pesan kepada masyarakat agar tahu bagaimana aparat keamanan dalam melakukan langka-langka dalam menangani kasus teror sampai barang tersebut diamankan.
Mengenai adegan penjinakan bom tersebut, Kapolres mengatakan belum merupakan akhir dari skenario pembuatan filmnya.
“Masih ada lagi adegan atau shooting yang akan dilakukan di beberapa tempat, termasuk bagaimana polisi menjinakan pelaku yang tidak bertanggung jawab. Jadi, bukan hanya sampai pada adegan menjinakkan bomnya saja, tetapi sampai pada penangkapan pelakunya,” jelas Kapolres Kusmayadi.
Mengenai personil yang dilibatkan, menurut dia, bukan hanya hanya terbatas sampai tim penjinak bahan peledak (Jihandak) tetapi juga ahli kimia, penembak jitu atau sniper.
Penulis: Prokla Mambo
Editor : Herly Umbas

