Talaud, Fajarmanado.com — Menyusul bertambahnya empat pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), TNI Angkatan Laut menambah armada kapalnya untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga, Filipina.
Kapal pengamanan laut yang dikirim dan siap beroperasi di wilayah kepulauan Talaud itu, adalah, Kapal Angkatan Laut (KAL) Pulau Kabaruan, nama dari salahsatu dari empat pulau terluar baru. Tiga lainnya sesuai Keppres RI adalah Pulau Intata, Kakarotan dan Pulau Marampit.
Launching pengoperasian KAL Pulau Kabaruan tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Petrus Simon Tuange didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Y. Totopandey, Danlanal Melonguane Letkol Mar Martinus Purba dan Komandan KAL Pulau Kabaruan B. Kristyan, Selasa (2/4/2018), siang tadi.

Sebelumnya, Bupati Tuange dan Danlanal Letkol Martinus Purba bersama rombongan dijemput secara adat di Mangaran, Kecamatan Kabaruan, setelah menghadiri upacaran bendera dalan rangka Hardiknas 2018 di Desa Bawombaru, Kecamatan Melonguane Timur.
Bupati Tuange mengungkapkan apresiasinya atas perhatian pimpinan TNI AL terhadap peningkatan keamanan di wilayah Kepulauan Talaud terutama di lima pulau terluar NKRI, termasuk Pulau Miangas.
“Sejarah telah mencatat bahwa hari ini di Republik Indonesia ada kapal TNI angkatan laut bernama KAL Pulau Kabaruan,” ujarnya.
Kehadiran KAL Pulau Kabaruan ini, lanjut dia, semakin meningkatkan keamanan di Kabupaten Kepulauan Talaud.
“Masyarakat tidak perlu lagi merasa takut dengan segala macam ancaman karena Kabupaten Kepulauan Talaud di kawal oleh TNI Angkatan laut, TNI Angkatan Darat, Kodim, dan Polres yang merupakan penjaga batas NKRI,” katanya.
Terlantau ikut hadir pada launching KAL Pulau Kabaruan tersebut, juga Camat Kabaruan Djemi Laluraa, Camat Damau M. Sukardi Tuage dan seluruh ASN dan kepala Desa di Pulau Kabaruan.
Penulis: Briet Maga
Editor : Herly Umbas

