Manado, Fajarmanado.com – Gempa mengguncang Kota Manado sekitar pukul 14.30 Wita. Seluruh personil dan pegawai di Mapolda Sulawesi Utara (Sulut), sontak saja berhenti beraktivitas dan lari berhamburan ke luar.
Gempa yang membuat panik banyak orang itu mengakibatkan satu orang korban terjebak di dalam ruangan lantai 2 Mapolda di Jalan Bethesda Manado.
Personil Direktorat Sabhara yang memiliki peralatan SAR langsung berbegas, bertindak dan turun ke lokasi bencana.
Dipimpin Direktur Sabhara Polda Sulut, korban berhasil dievakuasi dengan mobil hidrolik crane milik Sabhara, selanjutnya dibawa dengan ambulance ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado, Kelurahan Ranotana.
Untuk memastikan adanya korban lain yang terjebak, Sabhara juga menurunkan pasukan K9 anjing pelacak menyusuri lorong-lorong dalam ruangan.
Kejadian tersebut merupakan bagian dari skenario simulasi penanggulangan bencana gempa bumi yang diperagakan personil Direktorat Sabhara Polda Sulut, Kamis (26/4/2018) di Mapolda Sulut.
“Semua komponen yang berada di Polda Sulut ini yang bertanggung jawab apabila terjadi bencana, bagaimana melaksanakan evakuasi korban,” kata Direktur Shabara Polda Sulut Kombes Pol Suwardi kepada wartawan di Mapolda Sulut, Kamis (26/4/2018).
Simulasi ini, menurutnya, merupakan sarana uji kemampuan dan keterampilan yang sudah dilatihkan sebelumnya.
“Kita memiliki personil yang sewaktu-waktu bisa kita turunkan, termasuk perlengkapan di Sabhara yang relatif cukup dan alat-alatnya sangat bisa diandalkan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Suwardi juga berharap kedepan guna mengantisipasi adanya gempa ini, perlu dilaksanakan latihan yang lebih besar lagi, yang melibatkan semua komponen yang ada.
Editor : Herly Umbas

