Manado, Fajarmanado.com — Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Drs Bambang Waskito tampil sebagai salahsatu psmbicara pada Seminar Revolusi Digital, Hoax dan Konstelasi Politik yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), di Hotel Four Points By Sheraton Manado, Kamis (26/4/2018) tadi.
Kapolda Waskito memaparkan ancaman dalam pesta demokrasi, yaitu tentang berita hoax atau kabar bohong.
Menurutnya, berita hoax biasanya diciptakan oleh orang pintar tapi jahat dan disebarluaskan oleh orang baik tapi bodoh.
“Jika konten berita hoax terus dibiarkan bisa menambah kebodohan. Jadi, harus dicegah supaya masyarakat kita semakin cerdas, ”jelasnya.
Jenderal polisi bitang dua itu juga mengimbau agar masyarakat supaya dapat mencegah politik identitas. “Jangan sampai kita ikut menyuarakan identitas politik untuk merebut suara, sebab sangat berbahaya,” katanya.
Seperti diketahui, politik identitas dapat menyulut perselisihan antarkelompok atau golongan, bahkan bisa menjurus pada unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) yang mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.
“Mudah-mudahan dengan slogan torang samua basudara, walau beda tapi setelah selesai pilkada (masyarakat) bisa tetap satu,” imbuhnya.
Ketua IJTI Sulut Amanda Komaling, menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan karena kini hoax semakin gencar merebak di media sosial menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018, 27 Juni mendatang.
Sementara itu Kaban Kesbangpol Sulut Drs Meki Onibala MSI mengajak para wartawan untuk tidak menyebarkan informasi yang dapat menyebabkan konflik, tetapi tetap bisa ikut tetap bertahan hidup.
“Berita harus disajikan secara akurat dan mengutamakan keinginan publik,” tandas mantan Pjb Bupati Minahasa Selatan (Minsel) dan Sekkab Minahasa Tenggara (Mitra) ini.
Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain, Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri dan Imam Wahyudi dari Dewan Pers serta Wakil Wali Kota Tomohon, Syerly Adelyn Sompotan.
Editor : Herly Umbas

