Masalah Lantas Naik, Kapolda Sulut: Perlu Sinergitas Semua Pihak
Kapolda Irjen Bambang Waskito,Wakapolda Brigjen Drs Johni Asadoma dan pejabat utama Polda bersama para wartawan seusai Jumpa Pers Akhir Tahun 2017 di Aula Tribrata Mapolda, Minggu (31/12/2017).

Masalah Lantas Naik, Kapolda Sulut: Perlu Sinergitas Semua Pihak

Manado, Fajarmanado.com – Tingkat kesadaran dan kepatutan berlalulintas masyarakat pengemudi kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) perlu mendapat perhatian khusus.

Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito mengatakan, perlu kerja keras dan sinergitas semua pihak untuk meningkatkan kesadaran hukum berlalulintas dari masyarakat karena berbagai permasalahan lalulintas (Lantas) masih juga tinggi sepanjang tahun 2017 di daerah Nyiur Melambai ini.

Hal tersebut dikatakan Kapolda Waskito, didampingi Wakapolda Brigjen Drs Johni Asadoma dan pejabat utama Polda ketika menggelar Jumpa Pers Akhir Tahun 2017 di Aula Tribrata Mapolda, Minggu (31/12/2017).

Menurut Kapolda, kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang terjadi selang Januari—November 2017 tercatat mencapai 114 peristiwa, naik sebanyak 149 lakalantas di banding tahun 2016 yang sebanyak 1265 kasus.

Begitu pun korban meninggal dunia naik sebanyak 35 orang dari  230 tahun 2016 menjadi  265 orang sampai November 2017. Korban luka ringan naik 227 orang karena tahun 2016 sebanyak 1409 sedangkan tahun 2017 berjumlah 1636 orang.

Namun demikian, korban luka berat turun 53 orang, dari tahun 349 tahun 2016, menjadi 296 tahun 2017 296.

Kenaikan terbesar terjadi pada pelanggaran lalulintas. Tahun 2016 sebanyak 33.731 kasus sedangkan pada tahun 2017 berjumlah 61.952 kasus. Jadi mengalami kenaikan sebanyak 28.221 kasus.

“Angka – angka tersebut masih menjadi tantangan dan memerlukan kerja keras dan sinergitas berbagai pihak serta peningkatan kepatuhan hukum masyarakat, untuk terus menerus berupaya meningkatkan kualitas berlalulintas di Propinsi Sulut karena kecelakaan lalulintas berawal dari pelanggaran terhadap aturan dan etika berlalu – lintas serta dalam keadaan tidak sadarkan diri/mabuk,” ujar Kapolda.

Polri yang didukung oleh stakeholders terkait, lanjut Kapolda, juga terus-menerus berupaya meningkatkan efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik, dengan melakukan terobosan.

Kiat-kiat tersebut, antara lain, penambahan armada 1 unit kendaraan SIM keliling dari 4 unit menjadi 5 unit, pelayanan SIM online, layanan pembayaran pajak ranmor melalui Gerai Samsat di Mall dan unit kendaraan Samsat keliling, sertifikasi petugas penerbit Sim, STNK dan BPKB, integrasi/online data ranmor BPKB dan Samsat, online data ranmor BPKB dan Regident Center Korlantas Polri dan pembayaran pajak pengesahan per tahun dapat dilakukan secara online melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Editor : Herly Umbas