Manado, Fajarmanado.com – Kelangkaan gas elpiji 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga dan kenaikan harga bahan pokok menjelang hari raya keagamaan, telah menjadi persoalan klasik. Dari tahun ke tahun kedua hal ini sepertinya sulit dicegah. Setiap hari raya Idhul Fitri dan Natal serta tahun baru, BBM jenis gas elpiji 3 kg seakan raib ditelan bumi. Harga bahan pokok melambung tinggi tak terkendali.
Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Manado Robert Ronald Tambuwun, SH, kepada fajarmanado.com, Rabu (20/12), menegaskan harus ada langkah-langkah kongkrit dari Pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg dan kenaikan harga bahan pokok secara sepihak oleh pedagang.
Khususnya instansi terkait harus bekerja ekstra untuk memantau perkembangan harga bahan pokok dan juga ketersediaan gas elpiji 3 kg.
Jangan sampai dalam perayaan Natal dan Tahun Baru, masyarakat menjerit karena tidak ada gas atau kalaupun ada gas 3 kg akan tetapi harganya melonjak tinggi.
“Hal ini harus diantisipasi sejak dini oleh Pemkot sehingga pelaksanaan perayaan Natal Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember 2017 dan menyambut Tahun Baru 1 Januari 2018, stok gas elpiji 3 kg tetap tersedia dan harga bahan pokok stabil. Jangan sampai perayaan Natal tahun ini terusik hanya karena jeritan masyarakat yang kebingungan mencari gas elpiji untuk masak,” tegas Tambuwun.
Ia juga menjelaskan, pihak DPRD Kota Manado beberapa waktu lalu telah melakukan pertemuan dengan Pertamina untuk membahas tentang stok elpiji khususnya 3 kg. Pihak Pertamina sudah memberikan jaminan bahwa elpiji 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga tetap aman. Khusus menyambut Natal dan Tahun Baru, ada ketambahan jatah karena kebutuhan pemakai gas elpiji meningkat drastis.
“Kami meminta pihak Pemkot Manado terus memantau serta melakukan pengawasan ekstra sehingga gas elpiji 3 kg yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tidak disalahgunakan untuk kepentingan pelaku usaha. Bagi pelaku usaha memakai gas elpiji 5 kg keatas, bukan 3 kg. Bahkan bisa saja terjadi penimbunan oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab,” ujar Tambuwun yang juga Ketua Partai Hanura Kota Manado.
“Jika masyarakat mengetahui adanya penimbunan gas elpiji, silahkan melaporkan kepada DPRD atau instansi terkait, bahkan kepada pihak yang berwajib, karena hal tersebut melanggar aturan. Ada beberpa daerah di Sulut belum dikonversi pemakaian BBM dari Minyak Tanah ke Gas Elpiji 3 kg, sedangkan pemakai gas sudah banyak, otomatis gas didaerah itu harganya tinggi, nah hal ini bisa saja memicu terjadinya kelangkaan gas,” pungkasnya. (Jones Mamitoho)

