Asop Panglima TNI, Lodewyk Pusung Tinjau Latihan Siaga Bencana di Tomohon
Asop Panglima TNI, Mayjen TNI Lodewik Pusung didampingi Wawali Syerly Adelyn Sompotan di Stadion Parasamya Walian, Selasa (28/11/2017) siang tadi.

Asop Panglima TNI, Lodewyk Pusung Tinjau Latihan Siaga Bencana di Tomohon

Tomohon, Fajarmanado.com – Asisten operasional (Asop) Panglima TNI, Mayjen TNI Lodewyk Pusung meninjau latihan Kesiapsiagaan oprasional Kodam XIII Merdeka di Stadion Parasamya Walian, Selasa (28/11/2017) siang tadi.

Latihan yang mengambil tema Korps TNI Wilayah Kodam XIII Merdeka ini membantu jajaran Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo dalam upaya menanggulangi akibat bencana alam erupsi gunung berapi sebagai salahsatu tugas TNI.

Kedatangan Mayjen TNI Lodewik Pusung disambut oleh Wakil Wali Kota Tomohon, Syerly Adelyn Sompotan, Sekkot Harold Lolowang, Kapolres Tomohon, Kapolres Minahasa dan pejabat TNI.

Wali Kota Tomohon, Jimmy Feldie Eman SE Ak, diwakili Wawali Syerly Adelyn Sompotan mengapresiasi pihak TNI yang sudah memilih Kota Tomohon untuk dijadikan tempat latihan.

“Jadi kami Pemerintah Kota Tomohon memberikan apresiasi yang tinggi kepada TNI sudah menyelenggarakan aksi tersebut agar ketika ada bencana yang sewaktu waktu datang masyarakat sudah antisipasi dengan mengikuti latihan,” kata Sompotan.

Meski begitu, Sompotan terus berharap agar Kota Tomohon terjauh dari bencana apapun yang bisa membahayakan, mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sementara, Mayjen Lodewik Pusung mengucapkan terima kasih kepada PemkotTomohon yang sudah memberikan penyambutan yang luar biasa. “Saya berterima kasih, luar biasa penyambutan ini menunjukkan antusiasmenya masyarakat menyukseskan latihan ini,” ujarnya.

Pusung menilai latihan sudah dilaksanakan dengan baik sehingga bisa mengantisipasi dampak terjadinya letusan gunung berapi.

“Seagai manusia, kita tetap waspada dan harus sedia payung sebelum hujan. Kalau kita sudah siap berlatih dan gunung Lokon batuk, kita sudah tahu dan siap dan mengungsi di tempat aman, tapi paling bagus jangan terjadi,” jelas jenderal bintang  dua berdarah Kawanua ini.

“Kegiatan ini untuk meminimalisir korban jika terjadinya letusan gunung Lokon. Setahu saya, Lokon meletus dahsyat pada tahun 1991 dan saat itu saya masih duduk di bangku SMA,” sambung Pusung, mantan Pangdam I Bukit Barisan Ini.

Turut hadir pada acara tersebut, Kasrem, Asisten Kasdam, kasi korem 13, Kabalak Dam XiII Merdeka, pengawas dari Mabes TNIi, Tim Gagana, Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung dan peserta latihan serta para siswa.

Penulis: Prokla Mambo

Editor   : Herly Umbas