Wah..! Inilah Nasib Ratusan Mahasiswa Ilmu Geothermal dan Farmasi di Unima
Kantor Rektorat Unima Tondano. Foto: Ist.

Wah..! Inilah Nasib Ratusan Mahasiswa Ilmu Geothermal dan Farmasi di Unima

Tondano, Fajarmanado.com — Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) yang ingin meraih gelar pada konsentrasi ilmu Farmasi dan Geothermal pupus sudah gara-gara dikabarkan tidak ada lagi data ke dua jurusan tersebut pada Forlap Dikti dari universitas pimpinan Rektor Yulyeta Amelia Paulina Runtuwene MS ini.

Mercy Rampengan, Pengelola Media Centre Unima menjelaskan, total mahasiswa yang masuk Geotermal, ada 525 orang namun baru 142 orang yang resmi dinyatakan lulus.

“Yang masih aktif dan sudah pindah ke Prody Fisika ada 354 orang mahasiswa. Sisanya ada yang sudah tidak aktif dan ada yang sudah pindah ke perguruan tinggi lain,” ujar Rampengan.

Sementara untuk Prody Farmasi, total mahasiswa yang masuk ada diangka 183 orang. “Yang lulus baru 3 orang mahasiswa. Yang masih aktif ada 40 mahasiswa. 62 mahasiswa pindah ke perguruan tinggi lain. Sisanya ada yang sudah pindah Fakultas,” jelasnya.

Menanggapi keluhan mahasiswa yang diungkapkan melalui Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Ketua media centre Unima, Dr Goinpeace Tumbel mengatakan, pada prinsipnya Unima tidak melakukan pembiaran. “Semuanya diusahakan untuk dapat melanjutkan dan menyelesaikan studinya. Dan hal itu sudah dan sedang dilaksanakan,” jelas Tumbel.

Diberitakan sebelumnya, keluhan mahasiswa Unima khususnya program study Farmasi dan Geothermal telah sampai ditelinga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Kepada wartawan Ketua DPD KNPI Kabupaten Minahasa, Bung Theo Umbas SSTP mengatakan bahwa hal ini harus diseriusi.

Karena untuk membangun negeri, perlu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mantap. Karena itu, nasib dari para mahasiswa Farmasi dan Geothermal harus diberi perhatian khusus supaya kejelasanya cepat didapat.

“Para mahasiswa tersebut datang mengeluh kepada kami. Mereka mengatakan bahwa pihak kampus (UNIMA) seperti sudah tidak peduli lagi dengan nasib mereka,” ujar Umbas.

“Sebagai organisasi induk tempat bernaungnya para pemuda, sudah kewajiban kami untuk sama-sama berjuang. Kami menuntut pimpinan Unima harus bertanggungjawab. Segera tuntaskan masalah ini. Kasihan nasib mereka. Kalau tidak mampu menyelesaikanya, pimpinan saat ini tidak ada bedanya dengan yang sebelumnya,” tambahnya.

Penulis : Fiswer Wakulu