Astaga..! Tebar Propaganda, JWS Disebut Pembohong Besar
JWS saat menyerahkan biodata kepada Sekretaris DPD I PDI Perjuangan Sulut Frangky Wongkar SH di Kantor DPD I PDI Perjuangan Sulut, Kelurahan Maumbi, Kecamatan Kalawat, Minut, Selasa (21/11/2012). Foto: Ist.

Astaga..! Tebar Propaganda, JWS Disebut Pembohong Besar

Kalawat, Fajarmanado.com – Drs Jantje Wowiling Sajow MSi mengeluarkan pernyataan mengejutkan, Selasa(21/11/2017) siang tadi. JWS, sapaan Bupati Minahasa ini mengungkapkan jika Ivan Sarundajang, Wakil Bupati Minahasa masih menawarkan diri untuk mendampinginya pada Pilkada 2018.

“Bahkan wakil Bupati saya masih menawarkan kalau boleh jadi wakil untuk berpasangan dengan JWS, ini wakil bupati itu so calon Golkar. Itu tandanya apa? Ragu,” katanya setelah memasukkan biodata di Kantor DPD I PDI Perjuangan, Kelurahan Maumbi, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara (Minut).

Pernyataan JWS kepada wartawan ini, spontan mengundang reaksi dari Ivan Sarundajang. Bahkan, Ivansa, sapaan familiar putra sulung mantan Gubernur Sulut dua periode, Dr Sinyo Harry Sarundajang menantang balik JWS untuk membuktikan kebenaran statementnya tersebut.

“Saya sudah ada Rekomendasi dari Partai Golkar untuk calon Bupati, ngapain juga saya bermohon berpasangan (dengan JWS),” komentar Ivansa dengan nada datar.

Ivansa tak mau banyak berkomentar soal itu karena telah berkomitmen untuk bertarung pada Pilkada 2018 dengan santun dan apa adanya, apalagi merekayasa sesuatu yang tidak pernah ada.

“Tolong tanya kembali ke beliau kalau kapan saya pernah bermohon kepada beliau. Saran saya, sebagai seorang politisi dan bahkan pejabat negara, janganlah asal ngomong,” paparnya sambil melempar senyum.

Reaksi keras atas pernyataan JWS tersebut datang dari berbagai elemen masyarakat pendukung Ivansa sebagai Bupati Minahasa periode 2018-2023.

Ketua Perisai Fahar Kiaydemak, Ketua Garda Atika Lumempouw, Ketua MIC Jerry Mamengko senada menilai pernyataan JWS tersebut adalah cara menebar propaganda belaka untuk mencari simpati dan dukungan kader militan PDI Perjuangan, yang cenderung dekat dengan Ivansa.

“Ini pembohongan besar, yang tak pantas keluar dari mulut seorang pejabat negara, pemimpin partai dan orang yang suka berkhotbah di mimbar-mimbar gereja,” tandas Jerry Mamengko.

Mantan Ketua KNPI Minahasa ini mengaku tahu persis Ivansa tidak pernah menawarkan diri berpasangan kembali dengan JWS untuk ke dua kalinya. Popularitas dan elektabilitas Ivansa jauh di atas JWS sehingga Ivansa dipinang dan diusung partai besar sekaliber Golkar berpasangan dengan Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Careig Naichel Runtu SIP (CNR).

“Kita berpikir logis saja. Ivansa-CNR sudah sejak beberapa bulan lalu mendapat SK diusung Partai Golkar, apakah logis Ivansa masih meminta menjadi calon wakil bupati dari JWS untuk diusung PDI Perjuangan,” kata Fahar Kiaydemak dan Atika Lumempouw.

Lantas, lanjut Fahar, siapa yang ragu-ragu bertarung di Pilkada 2018 antara JWS dan Ivansa. “Tentu saja, bagi saya adalah JWS adalah orang yang ragu. Karena JWS sempat mengumpulkan KTP untuk maju melalui jalur independen dan terang-terangan meminta dukungan masyarakat menghadapi survei terakhir PDI Perjuangan akhir-akhir ini,” sambung Lumempouw.

Sikap politik JWS pun, menurut Mamengko, dikenal peragu sehingga sering berubah-ubah, termasuk nekad pindah partai. JWS juga tidak termasuk kelompok militan.

“Setahu saya, JWS dulu adalah seorang guru. Dia kemudian masuk Golkar dan beberapa kali menjadi anggota dewan dari Golkar. Kemudian, atas jasa Partai Golkar, JWS kembali berkarir sebagai PNS dan menjadi Kadis Diknas, lalu wakil bupati dari Partai Golkar,” jelasnya.

Setelah tersandung kasus korupsi, JWS sempat dinonaktifkan dari jabatan Wakil Bupati, kemudian diusung PDI Perjuangan bersama kader partai Banteng Moncong Putih, Ivansa pada Pilkada 12 Desember 2012.

Penulis : Herly Umbas