Manado, Fajarmanado.com – Ini tanda awas bagi pelanggar lalulintas. Memasuki minggu kedua pelaksanaan Operasi Zebra Samrat 2017, Polda Sulut dan jajaran terus meningkatkan razia Kepolisian, khususnya di bidang lalulintas dengan memasang ‘ranjau jalan’ yang dikenal dengan Road Bloker.
Wadir Lantas Polda Sulut, AKBP Deden mengatakan, road bloker ini merupakan salah satu alat pendukung operasi lalulintas, yang berfungsi untuk menghentikan kendaraan yang akan melarikan diri ketika sudah diperingatkan harus berhenti.
Road Bloker tersebut telah terpasang paku jebakan, sehingga pada saat kendaran yang lari dan melindas alat itu, roda bannya akan pelan-pelan kempis sehingga kendaraan terpaksa harus dihentikan oknum pengemudinya.
“Ada 2 kemungkinan oknum pengemudi melarikan diri. Pertama orang tersebut tidak memiliki surat-surat kendaraan lengkap dan kedua yang bersangkutan adalah pelaku kejahatan, mungkin membawa narkoba, sajam dan barang berbahaya lainya, bisa juga kendaraan curian,” ujarnya.
Untuk mencegat pelanggar lalulintas atau tersangka pelaku kejahatan yang menggunakan kendaraan bermotor melarikan diri, maka road bloker sangat efektif.
“Alat ini untuk mengantisipasi jangan sampai pelanggar lalulintas melarikan diri dengan kendaraannya,” tegasnya didampingi Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Sulut AKBP Prasetyo usai simulasi alat road bloker di halaman depan Mapolda Sulut, Rabu (08/11/2017) pagi.
Penggunaan ‘ranjau jalan’ ini, lanjut Wadir Lantas, merupakan bagian dari cipta kondisi penegakkan kedisiplinan bagi warga di jalan raya, menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
“Berawal dari ketidakdisiplinan itu merupakan cikal bakal terjadi kemacetan dan kecelakaan lalulintas, ini yang kita hindari,” tegasnya.
AKBP Deden juga berharap kepada warga agar jangan karena hanya ada operasi zebra ini masyarakat menjadi disiplin dan melengkapi surat-surat kendaraan bermotor.
Meski tidak dalam operasi terpadu, ia mengarapkan masyarakat bisa seterusnya disiplin dalam berlalulintas, sehingga dapat menciptkan situasi dan kondisi kamseltibcarlantas. “Alat ini akan kami gunakan kapan saja, bukan hanya saat operasi Zebra,” tandasnya.
Editor : Herly Umbas

